Investor tak berminat kelola SPBU di Karimunjawa

Jum'at, 12 Juli 2013 - 13:07 WIB
Investor tak berminat...
Investor tak berminat kelola SPBU di Karimunjawa
A A A
Sindonews.com - Bisnis pengelolaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kepulauan Karimunjawa ternyata tidak diminati para investor. Alasannya, kuota BBM baik jenis solar maupun premium di Karimunjawa dinilai terlalu minim sehingga untuk balik modal atau meraup keuntungan butuh waktu lama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara, Sholih mengatakan, pihaknya sudah menawarkan proposal investasi pembangunan SPBU di wilayah Karimunjawa kepada sejumlah investor. Ternyata hingga hari ini, tidak ada satu pun investor yang berminat menanamkan investasinya di kepulauan yang ada di Laut Jawa tersebut.

Menurut Sholih, ada sejumlah alasan “penolakan” yang dikemukakan para investor tersebut. Yakni mulai belum adanya kapal tanker pengangkut BBM menuju Karimunjawa, hingga minimnya kuota BBM jatah Karimunjawa. Tiap bulannya, kuota BBM Karimunjawa terdiri dari 144 ribu liter solar dan 65 ribu liter bensin premium.

“Karena kebutuhan di sana kecil, maka tidak ada investor yang berminat,” kata Sholih, di Jepara, Jumat (12/7/2013).

Pernyataan serupa juga diungkapkan Wakil Bupati Jepara, Subroto. Menurutnya, dalam hitungan bisnis, pembangunan SPBU di Karimunjawa memang tidak menguntungkan. Sebab butuh waktu lama untuk mengembalikan modal investasi pembangunan SPBU yang diperkirakan memakan biaya sebesar Rp3 miliar.

Padahal di sisi yang lain, berdasar ketentuan dari Pertamina, keuntungan yang diperoleh dari bisnis BBM tersebut hanya Rp180 per liter. Jika keuntungan tersebut dikalikan dengan kuota BBM Karimunjawa, maka dalam satu bulan untung yang bisa diraup sekitar Rp37,6 juta. Seumpama keuntungan Rp30 juta disisihkan agar balik modal maka butuh waktu sekitar 9 tahun lamanya.

“Padahal juga ada kebutuhan bayar gaji pegawai dan operasional lainnya. Investor juga dihadapkan dengan persoalan penyusutan aset, kerusakan alat dan lain sebagainya. Makanya ini memang tidak masuk hitungan bisnis,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Catatan Sri Mulyani:...
Catatan Sri Mulyani: Uang Subsidi Ratusan Triliun Disedot Menengah Atas
Tantangan Distribusi...
Tantangan Distribusi BBM Bersubsidi di Tahun Baru 2025
Menjaga Kuota BBM Subsidi...
Menjaga Kuota BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina optimalkan Teknologi
Polisi Kawal Truk Pengangkut...
Polisi Kawal Truk Pengangkut BBM di Kabupaten Solok, Ada Apa?
Penugasan BBM dan LPG...
Penugasan BBM dan LPG Dilaksanakan Subholding Commercial & Trading, Pertamina Pastikan Distribusi Efektif dan Efisien
Kawal Distribusi BBM...
Kawal Distribusi BBM Subsidi, Pertamina Jamin Stok Aman hingga Akhir 2022
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
39 menit yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
54 menit yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
1 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
1 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
2 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved