Pemerintah klaim penyaluran BLSM sesuai jalur

Jum'at, 12 Juli 2013 - 14:03 WIB
Pemerintah klaim penyaluran...
Pemerintah klaim penyaluran BLSM sesuai jalur
A A A
Sindonews.com - Pemerintah akan tetap Menyalurkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) pada tahap kedua. Meskipun penyaluran BLSM tahap I banyak bermasalah.

Menteri Sosial (Mensos), Salim Segaf Aljufri mengatakan, pemerintah sudah on the track dalam melaksanakan penyaluran BLSM. Saat ini pendataan dalam memvalidasi penerima BLSM yang tepat sasaran sudah semakin baik.

Hal ini akan dievalusi secara berkala dan peningkatan agar masyarakat miskin dapat lebih mudah mendapatkan BLSM.

"Kita inginkan kedepannya tidak usah mengantre tetapi uang dari BLSM dan kompensasi lainya langsung masuk ke rekening," ujarnya saat ditemui di Rakornas Pelaksanaan BLSM 2013 di Jakarta, Jumat (12/7/2013).

Menurutnya, data akan terus diperbaiki karena setiap tahun dipastikan akan berubah. Demikian dengan status sosial masyarakat yang juga tidak dapat diperkirakan. Misalnya meninggal, pindah alamat dan status ekonomi yang sebelumnya miskin sekarang sudah mampu atau sebaliknya. Bahkan yang menjadi rentan miskin.

Permasalahan data tersebut, lanjut Salim, bagaimana kepala dinas kabupaten memanfaatkan KPS menjadi rujukan dalam permasalahan kemiskinan.

"Anggaran untuk BPS itu tiga tahun sekali, tetapi kita mampu untuk memperbaiki khusunya data yang akurat. Menunda pemberian BLSM didaerah merupakan menjadi tidak sehat," kata dia.

Banyak daerah yang menunda pemberian BLSM untuk disalurkan bukan karena menolak bantuan yang diberikan pemerintah. Melainkan selektif dan mencocokan data masyarakat miskin di daerahnya dengan BPS yang berlaku.

Berdasarkan data yang dimiliki Kemensos, jumlah daerah yang sempat menahan BLSM ada sekitar 80-1 juta daerah. Namun hal tersebut berkurang setengahnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
57 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
59 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved