Peter Preat: Tugas Bank Sentral Eropa overload

Jum'at, 12 Juli 2013 - 17:08 WIB
Peter Preat: Tugas Bank...
Peter Preat: Tugas Bank Sentral Eropa overload
A A A
Sindonews.com - Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Peter Praet, yang mengemban tugas baru mengawasi kesehatan bank memperingatkan lembaganya memiliki risiko tinggi mengalami overload.

"Zona euro didirikan terlalu sedikit dari lembaga sebenarnya untuk mampu bertindak. Kami sekarang membayar harga untuk itu," katanya.

"Kami yang dipercayakan semakin banyak tugas. Saya tidak akan menyebut ini politisasi dari bank sentral, tapi mungkin overburdening," ujar Praet, yang juga merupakan kepala ekonom ECB kepada harian bisnis Handelsblatt, seperti dilansir dari AFP, Jumat (11/7/2013).

Sejak awal masalah zona euro, ECB telah dilihat sebagai satu-satunya lembaga yang mampu bertindak cukup cepat dalam memadamkan api krisis. Pada paruh kedua tahun depan juga akan mengambil peran pengawasan perbankan untuk daerah euro secara keseluruhan. "Ini adalah tantangan besar," ucap Praet.

Dia mendukung komunikasi yang lebih terbuka dalam ECB, misalnya dengan mempublikasikan hasil rapat, karena Federal Reserve AS (Fed) tidak.

"Spekulasi dalam hal ini memperkuat keyakinan saya, bahwa cepat atau lambat, kita harus mempublikasikan setiap menit. Kami sedang membahas masalah ini secara intensif," kata Praet.

Pada pertemuan penetapan kebijakan ECB pekan lalu, Presiden Mario Draghi berkomentar apa yang beberapa pengamat lihat sebagai "mini-revolusi" dengan menerbitkan apa yang disebut "petunjuk maju" dengan mengatakan, suku bunga bank diharapkan tetap pada rekor rendahnya.

Namun, kepala bank sentral Jerman (Bundesbank), Jens Weidmann, bersikeras bahwa komentar Draghi "tidak ada titik balik bersejarah dalam komunikasi kebijakan moneter."
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Ekonom Ingatkan 3 Risiko...
Ekonom Ingatkan 3 Risiko Kenaikan Inflasi di Eropa Terhadap Ekonomi RI
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Ekonomi Kurang Kompetitif,...
Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati
Daftar 10 Ekonomi Terbesar...
Daftar 10 Ekonomi Terbesar di Eropa Usai Diuji Perang Rusia Ukraina
Mengapa Jerman Dijuluki...
Mengapa Jerman Dijuluki sebagai The Sickman of Europe?
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
2 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved