Kadin minta kebijakan pangan nasional tak spekulatif

Senin, 15 Juli 2013 - 13:27 WIB
Kadin minta kebijakan...
Kadin minta kebijakan pangan nasional tak spekulatif
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, kebijakan Menteri Perdagangan (Mendag) dan Menteri Pertanian (Mentan) untuk kebutuhan pangan nasional adalah kebijakan spekulatif. Hal ini dikarenakan harga pangan tetap tinggi dan kebutuhan pangan nasional tidak seimbang antara suplai dan demand.

"Suplai kecil, demand-nya banyak sehingga rentan dengan spekulatif," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur dalam rilisnya, Senin (15/7/2013).

Menurutnya, persoalan paling mendasar seperti persoalan produksi-distribusi-perdagangan masih tidak bisa ditangani dan diatur dengan baik oleh kedua otoritas perdagangan dan pertanian tersebut.

"Sudah tau persoalan mendasar itu yang sering menimbulkan persoalan dari tahun ke tahun seperti gula, daging sapi, ayam, bawang putih, kedelai, cabai, produk holtikultura. Tapi masih saja mengeluarkan kebijakan spekulatif, buktinya harga tetap tinggi dan pangannya langka," ujarnya.

Dia menyayangkan, kedua menteri tersebut masih tidak memahami politik pangan suatu negara yang sangat penting. Sementara, manajemen logistik pangan negara ini tidak berpihak kepada rakyat.

Hal tersebt membuat kebijakan pangan nasional masih saja carut marut. "Wajar kalau pemimpin negara ini murka terhadap mereka atas kekacauan ini," katanya.

Natsir mengatakan, Komisi VI dan Komisi IV DPR mempunyai peran sangat strategis dalam kebijakan pangan. Namun peran strategis itu mandul karena kontrol DPR terhadap suplai dan demand pangan kepada rakyat kurang. Dia juga menyayangkan hak DPR berupa hak bugjet tidak digunakan.

"Harusnya DPR memberikan sanksi kepada kedua Kementrian untuk mengurangi anggarannya. Karena tidak bisa mengendalikan produksi-distribusi-perdagangan pangan nasional, sehingga berdampak kepada rakyat dengan kurangnya pasokan, kelangkaan dan harga tinggi," kata Natsir.

Kedepan, lanjut dia, kebijakan pangan nasional ini sebaiknya diserahkan ke Pemda sebagai pihak yang lebih tahu plus-minus kebutuhan pangan. Karena penanganan pangan sudah terlalu sentralistik oleh kedua Kementerian ini, sehingga komplain rakyat terhadap pangan berdampak kepada pemimpin tertinggi di negara ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
25 menit yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
42 menit yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
1 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
1 jam yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
2 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved