Harga minyak dunia kokoh di tengah pelemahan dolar
Selasa, 16 Juli 2013 - 21:05 WIB
Harga minyak dunia kokoh di tengah pelemahan dolar
A
A
A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini naik, karena dolar melemah dan para pedagang mempertimbangkan dampak perlambatan ekonomi China terhadap ekonomi global.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, naik 30 sen menjadi USD109,39 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk Agustus, naik 18 sen menjadi USD106,50 per barel dibandingkan dengan level penutupan, kemarin.
"Harga minyak mentah Selasa membukukan keuntungan segar, didukung dolar yang lebih lembut," kata Myrto Sokou, analis broker Sucden Financial, London, seperti dilansir dari AFP, Selasa (16/7/2013).
Melemahnya greenback dapat membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengangkat permintaan minyak.
Harga minyak, kemarin, telah didorong lebih tinggi meskipun data ekonomi China lemah dan Amerika Serikat, dua konsumen global terbesar minyak mentah.
China melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat ke kecepatan 7,5 persen pada kuartal April-Juni, turun dari 7,7 persen pada tiga bulan sebelumnya.
Investor juga melihat kesaksian Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke terhadap ekonomi AS di masa mendatang.
Fokus akan beralih ke pandangan Bernanke terhadap ekonomi AS dan kebijakan moneter Rabu dan Kamis, dengan dealer berharap mendapat petunjuk lebih lanjut tentang masa depan skema pembelian obligasi besar Fed
"Pasar secara khusus mencari tanda-tanda lebih lanjut, apakah bank sentral memiliki rencana memulai skala stimulus kembali di akhir semester tahun ini," ujar Phillip Futures dalam sebuah komentar pasar.
Bernanke mengatakan, Fed akan mempertahankan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan di masa mendatang. Tapi, beberapa analis mengharapkan program stimulus USD85 miliar per bulan untuk dilikuidasi turun pada akhir tahun.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, naik 30 sen menjadi USD109,39 per barel dalam transaksi di London. Sementara kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk Agustus, naik 18 sen menjadi USD106,50 per barel dibandingkan dengan level penutupan, kemarin.
"Harga minyak mentah Selasa membukukan keuntungan segar, didukung dolar yang lebih lembut," kata Myrto Sokou, analis broker Sucden Financial, London, seperti dilansir dari AFP, Selasa (16/7/2013).
Melemahnya greenback dapat membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga mengangkat permintaan minyak.
Harga minyak, kemarin, telah didorong lebih tinggi meskipun data ekonomi China lemah dan Amerika Serikat, dua konsumen global terbesar minyak mentah.
China melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi melambat ke kecepatan 7,5 persen pada kuartal April-Juni, turun dari 7,7 persen pada tiga bulan sebelumnya.
Investor juga melihat kesaksian Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke terhadap ekonomi AS di masa mendatang.
Fokus akan beralih ke pandangan Bernanke terhadap ekonomi AS dan kebijakan moneter Rabu dan Kamis, dengan dealer berharap mendapat petunjuk lebih lanjut tentang masa depan skema pembelian obligasi besar Fed
"Pasar secara khusus mencari tanda-tanda lebih lanjut, apakah bank sentral memiliki rencana memulai skala stimulus kembali di akhir semester tahun ini," ujar Phillip Futures dalam sebuah komentar pasar.
Bernanke mengatakan, Fed akan mempertahankan kebijakan-kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan di masa mendatang. Tapi, beberapa analis mengharapkan program stimulus USD85 miliar per bulan untuk dilikuidasi turun pada akhir tahun.
(dmd)
Lihat Juga :