Kredit macet di bank Spanyol meningkat
Kamis, 18 Juli 2013 - 17:34 WIB
Kredit macet di bank Spanyol meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Bank Sentral Spanyol (Bank of Spain) melaporkan kredit macet yang dialami bank-bank di Spanyol pada Mei 2013 meningkat. Ini menandai kesulitan tengah dihadapi sektor perbankan.
Bank sentral mengatakan, kredit macet meningkat menjadi 170,2 miliar euro (USD223,6 miliar) atau 11,21 persen dari seluruh pinjaman pada Mei sebesar 167,1 miliar euro atau 10,87 persen dari seluruh kredit pada April.
Kredit macet mulai meningkat di semua bank Spanyol setelah runtuhnya booming properti selama satu dekade pada 2008. Rasio kredit macet mencapai rekor tertinggi 11,23 persen dari seluruh kredit pada November 2012.
Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperingatkan, bahwa sektor keuangan Spanyol masih menghadapi risiko meskipun telah strengthed sejak pemerintah mendirikan bank bermasalah, Sareb yang dituduh mengambil aset bank-bank beracun.
"Tindakan untuk rekapitalisasi bagian dari sektor perbankan dan transfer aset ke Sareb telah memberikan dorongan penting untuk likuiditas sistem dan solvency," kata laporan bank sentral, seperti dilansir dari AFP, Kamis (18/7/2013).
Tahun lalu, zona euro setuju untuk membiayai penyelamatan bank-bank Spanyol, yang tenggelam dalam kredit macet sejak gelembung properti meledak pada 2008, dengan konsekuensi ekonomi melambat.
Spanyol sejauh ini telah menarik pinjaman 41,3 miliar euro dari pinjaman penyelamatan zona euro guna merekapitalisasi bank-bank. Untuk itu, Spanyol mendirikan Sareb.
Bank sentral mengatakan, kredit macet meningkat menjadi 170,2 miliar euro (USD223,6 miliar) atau 11,21 persen dari seluruh pinjaman pada Mei sebesar 167,1 miliar euro atau 10,87 persen dari seluruh kredit pada April.
Kredit macet mulai meningkat di semua bank Spanyol setelah runtuhnya booming properti selama satu dekade pada 2008. Rasio kredit macet mencapai rekor tertinggi 11,23 persen dari seluruh kredit pada November 2012.
Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperingatkan, bahwa sektor keuangan Spanyol masih menghadapi risiko meskipun telah strengthed sejak pemerintah mendirikan bank bermasalah, Sareb yang dituduh mengambil aset bank-bank beracun.
"Tindakan untuk rekapitalisasi bagian dari sektor perbankan dan transfer aset ke Sareb telah memberikan dorongan penting untuk likuiditas sistem dan solvency," kata laporan bank sentral, seperti dilansir dari AFP, Kamis (18/7/2013).
Tahun lalu, zona euro setuju untuk membiayai penyelamatan bank-bank Spanyol, yang tenggelam dalam kredit macet sejak gelembung properti meledak pada 2008, dengan konsekuensi ekonomi melambat.
Spanyol sejauh ini telah menarik pinjaman 41,3 miliar euro dari pinjaman penyelamatan zona euro guna merekapitalisasi bank-bank. Untuk itu, Spanyol mendirikan Sareb.
(dmd)
Lihat Juga :