Koperindag Banyuasin tertibkan pangkalan elpiji ilegal

Jum'at, 19 Juli 2013 - 20:26 WIB
Koperindag Banyuasin...
Koperindag Banyuasin tertibkan pangkalan elpiji ilegal
A A A
Sindonews.com - Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Industri (Koperindag) Banyuasin mencatat masih banyak pangkalan penjualan gas elpiji yang belum memiliki izin (Ilegal). Hal tersebut mengakibatkan proses pendataan dan perhitungan kebutuhan bahan bakar gas tersebut masih sulit dilakukan.

Kepala Dinas Koperindag Anna Suzana mengatakan, dari 198 pangkalan agen di Banyuasin, hanya dua pangkalan yang memiliki izin. Ratusan agen tersebut bernaung pada 8 agen resmi di Banyuasin. Agen-agen tersebut berada di kawasan daratan Banyuasin.

"Di Banyuasin ini banyak pangkalan elpiji, tapi banyak juga tidak berizin. Dari 8 agen, 198 pangkalan beroperasi. Data BPT, hanya dua pangkalan yang sudah mengurus izinnya," ujar dia di Banyuasin, Jumat (19/7/2013).

Sehingga dia mengatakan, jika upaya penertiban dilakukan dengan mendata ulang berapa banyak pangakalan elpiji yang beroperasi normal. Pada tahap penertiban awal,pihaknya akan mendata mengiventaris traksaksi penjualan elpiji yang dilakukan pada pangkalan-pangkalan tersebut.

Idealnya,sebuah pangkalan elpiji dalam perbulan di kawasan daratan minimal menjual 50 tabung elpiji sementara pangkalan elpiji di perairan, minimal menjual 100 tabung elpiji. "Pangkalan mestinya berizin dan cukup menjual bagi kebutuhan masyarakat," tegasnya.

Berdasarkan edaran ESDM nomor 26 tahun 2009 dan UU Unit Usaha Kecil diterangkan jika gas elpiji 3 Kg dipergunakan bagi masyarakat miskin dan UKM. Karena itu, kebutuhanya dihitung berdasarkan jumlah masyarakat miskin dan jumlah UKM yang berada di Banyuasin. “Jika ditotalkan bisa mencapai 6 juta kebutuhan elpiji Banyuasin pertahun," tukasnya.

Ditambahkan Kabid Perdagangan Diskoperindag Erwan, jika upaya penertiban dilakukan guna menghitung kebutuhan elpiji masyarakat Banyuasin agar nantinya distribusi elpiji dapat tepat sasaran,

“Kelangkaan lebih disebabkan oleh distribusi elpiji tidak tepat sasaran, sehingga meraka yang berhak membeli malah susah mendapatkan. Pengawasan seperti ini akan mengaktifkan lagi tim pengawas baik tingkat kecamatan dan kabupaten,” ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
13 jam yang lalu
Infografis
Peralatan Militer dari...
Peralatan Militer dari Berbagai Pangkalan AS Dikirim ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved