OECD siapkan 15 tindakan masalah pajak perusahaan

Sabtu, 20 Juli 2013 - 12:55 WIB
OECD siapkan 15 tindakan...
OECD siapkan 15 tindakan masalah pajak perusahaan
A A A
Sindonews.com - Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) telah menyiapkan rencana aksi (action plan) dalam membantu kelompok G20 memberantas penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan multinasional.

Kelompok G20 dari negara-negara berkembang dan maju - termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, China dan Rusia - telah meminta OECD datang dengan rencana aksi yang telah disepakati sebagai agenda utama dalam KTT dua hari G20 di Moskow, Rusia.

"(Rencana) menetapkan 15 tindakan yang akan menghasilkan perubahan yang paling mendasar dalam sistem pajak sejak tahun 1920-an," kata Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (20/7/2013).

"Kita harus mengatasi ini sehingga perusahaan multinasional membayar kewajiban mereka," tambahnya.

Proposal berusaha mengakhiri upaya perusahaan multinasional untuk mendapatkan keuntungan dari perjanjian pajak antar-negara, yang akhirnya membayar retribusi sangat sedikit atau bahkan nol pajak.

Rencana utama - Jerman, Inggris, Perancis dan Rusia - ingin diadopsi seluruh G20 dan dilaksanakan dalam waktu dua tahun.

"Beberapa perusahaan besar berhasil memiliki tiga atau empat persen dari seluruh pajak dunia," ujar Menteri Keuangan Perancis, Pierre Moscovici.

Sementara Menteri Keuangan Inggris, George Osborne mengatakan, rencana OECD menunjukkan langkah maju yang besar. "Pesan ini jelas - orang dan perusahaan harus membayar pajak yang jatuh tempo," tegas Osborne.

Namun, ada keraguan tentang komitmen Moskow untuk masalah ini, mengingat banyak perusahaan Rusia terdaftar di luar negeri menghindari pajak, sebuah praktik yang disorot tajam dalam kasus di Siprus.

Tapi, Osborne menyatakan Moskow sepenuhnya terlibat dalam rencana ini. "Presiden Rusia telah mengambil masalah ini, ada komitmen jelas mendukung agenda ini," katanya.

Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov menyebutkan langkah-langkah yang diadopsi seluruh G20 sangat penting. "Menerapkan langkah-langkah ini di satu negara atau hanya kelompok akan membuahkan hasil," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
28 menit yang lalu
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
40 menit yang lalu
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
1 jam yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
11 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
11 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
12 jam yang lalu
Infografis
15 Jurusan UI yang Sepi...
15 Jurusan UI yang Sepi Peminat, Referensi Tingkatkan Peluang Lolos SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved