Pemerintah dan pebisnis harus bikin iklim ekonomi kondusif

Senin, 22 Juli 2013 - 17:01 WIB
Pemerintah dan pebisnis...
Pemerintah dan pebisnis harus bikin iklim ekonomi kondusif
A A A
Sindonews.com - Turunnya keyakinan masyarakat terhadap pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II untuk bidang pemulihan ekonomi dipandang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Pemerintah bersama pelaku bisnis nasional harus menciptakan iklim ekonomi yang kondusif. Hal ini berkenaan dengan hasil survei harian Kompas yang menunjukkan indeks keyakinan responden untuk pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah berada di bawah 40 persen.

"Ini harus menjadi perhatian pemerintah, karena dampak yang ditimbulkan terhadap perekonomian nasional sangat besar," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur dalam rilisnya, Senin (22/7/2013).

Indonesia Incorporated, kata dia, diperlukan untuk mempercepat revitalisasi ekonomi untuk kepentingan nasional. Pihaknya yakin, di akhir pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), angka tersebut masih bisa dinaikkan. Aasalkan pemerintah bisa mengenyampingkan egoisme sektoral di kementerian teknis di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian.

"Pemerintah harusnya bisa bersinergi dengan dunia usaha nasional, meninjau regulasi mana saja yang menghambat dan memberatkan pergerakan ekonomi dan bisnis. Karena ekonomi bisnis selalu bergerak cepat. Di lain pihak, revitalisasi kebijakan di kementerian teknis terkadang justru menghambat ekonomi dan bisnis," kata Natsir.

Selama ini, rekomendasi dunia usaha lambat diapresiasi kementerian teknis dan cenderung abai terhadap masukan-masukan yang diberikan. "Kan sayang kalau begini pengusaha inginnya jalan cepat, tapi lementeriannya lambat merespon. Sehingga pelaku usaha perlu menunggu lama untuk merealisasikan bisnisnya," kata dia.

Natsir mengatakan, pertemuan koordinasi antara Menko Perekonomiaan Hatta Rajasa dan pengusaha dua bulan sekali perlu dipercepat menjadi sebulan sekali, atau dibentuk komite AD HOC pemerintaah-dunia usaha untuk mempercepat revitalisasi ekonomi nasional.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
6 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
6 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
7 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
7 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved