Hingga 2015, ekonomi RI masih ditopang domestik
Kamis, 25 Juli 2013 - 13:19 WIB
Hingga 2015, ekonomi RI masih ditopang domestik
A
A
A
Sindonews.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada satu hingga dua tahun mendatang diproyeksikan masih banyak ditopang oleh kondisi perekonomian dalam negeri.
Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengatakan, pertumbuhan perekonomian nasional akan kembali menguat akibat memasuki tahun pemilu yang diiringi dengan laju inflasi mereda dan kian terkendali, serta konsumsi jelang akhir tahun.
Namun, Chatib berharap, meski memasuki tahun pemilu, investasi juga dapat terus tumbuh. “Karena jika investasinya tumbuh bisa berdampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi,” ucapnya sebagaimana dikutip situs Kementerian Keuangan, Kamis (25/7/2013).
“Itu empirical evidence-nya memang menunjukan konsumsi yang cukup tinggi. Tapi kalau ditanya, saya enggak terlalu senang dengan (pertumbuhan) seperti itu. Pertumbuhan harus didukung bukan cuma ini (pemilu) tapi investasi. Dan ini kan realitas jadi kita harus terima dulu,” tegasnya.
Menurut Menkeu, daya beli masyarakat akan meningkat seiring promosi dalam pemilu, sedangkan risiko inflasi terutama pasca kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, akan mereda dalam beberapa bulan mendatang.
“Oleh karena itu, saat ini Pak Gita (Menteri Perdagangan) dan Pak Suswono (Menteri Pertanian) sedang bekerja keras supaya sejumlah harga bahan makanan bisa mengalami penurunan. Karena kalau ini menurun maka daya belinya bisa naik," harapnya.
"Dan saya masih cukup optimistis karena efek dari kenaikan harga BBM itu hanya 3 bulan, jadi kalau Oktober atau November nanti bisa ada deflasi maka itu bisa dorong pertumbuhan (ekonomi) juga,” tambah Chatib.
Menteri Keuangan M. Chatib Basri mengatakan, pertumbuhan perekonomian nasional akan kembali menguat akibat memasuki tahun pemilu yang diiringi dengan laju inflasi mereda dan kian terkendali, serta konsumsi jelang akhir tahun.
Namun, Chatib berharap, meski memasuki tahun pemilu, investasi juga dapat terus tumbuh. “Karena jika investasinya tumbuh bisa berdampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi,” ucapnya sebagaimana dikutip situs Kementerian Keuangan, Kamis (25/7/2013).
“Itu empirical evidence-nya memang menunjukan konsumsi yang cukup tinggi. Tapi kalau ditanya, saya enggak terlalu senang dengan (pertumbuhan) seperti itu. Pertumbuhan harus didukung bukan cuma ini (pemilu) tapi investasi. Dan ini kan realitas jadi kita harus terima dulu,” tegasnya.
Menurut Menkeu, daya beli masyarakat akan meningkat seiring promosi dalam pemilu, sedangkan risiko inflasi terutama pasca kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, akan mereda dalam beberapa bulan mendatang.
“Oleh karena itu, saat ini Pak Gita (Menteri Perdagangan) dan Pak Suswono (Menteri Pertanian) sedang bekerja keras supaya sejumlah harga bahan makanan bisa mengalami penurunan. Karena kalau ini menurun maka daya belinya bisa naik," harapnya.
"Dan saya masih cukup optimistis karena efek dari kenaikan harga BBM itu hanya 3 bulan, jadi kalau Oktober atau November nanti bisa ada deflasi maka itu bisa dorong pertumbuhan (ekonomi) juga,” tambah Chatib.
(gpr)
Lihat Juga :