Awal pekan, IHSG diwarnai tekanan jual
Senin, 29 Juli 2013 - 08:10 WIB
Awal pekan, IHSG diwarnai tekanan jual
A
A
A
Sindonews.com - Tingginya tekanan jual diproyeksi masih akan mewarnai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, setelah pada perdagangan akhir pekan lalu sempat membuat indeks terkoreksi.
"Pada perdagangan Senin diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.624-4.642 dan resistance 4.685-4.732," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (29/7/2013).
Berpola menyerupai three black crows di atas middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai menjauhi area overbought.
"Dari pola yang ada masih memungkinkan melemah, namun kita harapkan dalam tahap terbatas," pungkas dia.
Menilik perdagangan akhir pekan lalu, positifnya bursa saham AS setelah rilis beberapa kinerja keuangan emiten tidak serta merta membuat IHSG dapat bertahan di zona positif.
Sama seperti hari sebelumnya dimana sempat terjadi kenaikan hanya di awal-awal sesi, namun kembali terkoreksi hingga akhir sesi.
Masih turunnya nilai tukar rupiah dan masih nett sell-nya asing membuat IHSG tidak dapat bertahan lama di zona hijau. Apalagi laju bursa saham Asia juga cenderung melemah sehingga juga mempengaruhi pelemahan IHSG.
Sepanjang perdagangan keamrin, IHSG menyentuh level 4.700,14 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.647,50 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.658,87.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Tidak berbeda dengan sehari sebelumnya, setelah gagal bertahan di target resisten kami (4.695-4.748), IHSG melemah dan berada pada kisaran target support (4.634-4.681) yang mengindikasikan tekanan jual masih berlanjut," kata Reza.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih tetap di zona merah meskipun laju USD juga melemah terhadap yen. USD melemah setelah The Fed berencana meyakinkan pembuat kebijakan untuk tidak menaikkan suku bunganya dengan cepat pada pertemuan FOMC selanjutnya.
Sementara itu, pelaku pasar pun juga bereaksi negatif dengan sikap BI yang membiarkan pelemahan rupiah, terutama untuk pasar offshore.
Ketidakjelasan level ekuilibrium baru yang akan dibentuk rupiah, defisitnya current account BI, dan penurunan cadangan devisa di bawah USD100 miliar turut mendukung pelemahan rupiah.
Bursa saham Asia mayoritas melemah dipimpin pelemahan Nikkei setelah nilai tukar yen menguat seiring ekspektasi berkurangnya stimulus setelah dirilis kenaikan indeks harga konsumer, sehingga memukul saham-saham eksportir.
"Pada perdagangan Senin diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.624-4.642 dan resistance 4.685-4.732," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (29/7/2013).
Berpola menyerupai three black crows di atas middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai menjauhi area overbought.
"Dari pola yang ada masih memungkinkan melemah, namun kita harapkan dalam tahap terbatas," pungkas dia.
Menilik perdagangan akhir pekan lalu, positifnya bursa saham AS setelah rilis beberapa kinerja keuangan emiten tidak serta merta membuat IHSG dapat bertahan di zona positif.
Sama seperti hari sebelumnya dimana sempat terjadi kenaikan hanya di awal-awal sesi, namun kembali terkoreksi hingga akhir sesi.
Masih turunnya nilai tukar rupiah dan masih nett sell-nya asing membuat IHSG tidak dapat bertahan lama di zona hijau. Apalagi laju bursa saham Asia juga cenderung melemah sehingga juga mempengaruhi pelemahan IHSG.
Sepanjang perdagangan keamrin, IHSG menyentuh level 4.700,14 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.647,50 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.658,87.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
"Tidak berbeda dengan sehari sebelumnya, setelah gagal bertahan di target resisten kami (4.695-4.748), IHSG melemah dan berada pada kisaran target support (4.634-4.681) yang mengindikasikan tekanan jual masih berlanjut," kata Reza.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih tetap di zona merah meskipun laju USD juga melemah terhadap yen. USD melemah setelah The Fed berencana meyakinkan pembuat kebijakan untuk tidak menaikkan suku bunganya dengan cepat pada pertemuan FOMC selanjutnya.
Sementara itu, pelaku pasar pun juga bereaksi negatif dengan sikap BI yang membiarkan pelemahan rupiah, terutama untuk pasar offshore.
Ketidakjelasan level ekuilibrium baru yang akan dibentuk rupiah, defisitnya current account BI, dan penurunan cadangan devisa di bawah USD100 miliar turut mendukung pelemahan rupiah.
Bursa saham Asia mayoritas melemah dipimpin pelemahan Nikkei setelah nilai tukar yen menguat seiring ekspektasi berkurangnya stimulus setelah dirilis kenaikan indeks harga konsumer, sehingga memukul saham-saham eksportir.
(rna)
Lihat Juga :