IHSG diproyeksi cenderung melemah
Senin, 29 Juli 2013 - 08:41 WIB
IHSG diproyeksi cenderung melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini diproyeksi akan bergerak mixed cenderung melemah didorong sejumlah berita negatif yang akan mewarnai indeks.
"Menurut analis teknikal kami, IHSG akan bergerak mixed to down untuk kembali menguji support EMA 200 hari di 4.637. Resistance hari ini berada di 4.690," demikian proyeksi Mandiri Securiteis, Senin (29/7/2013).
Dalam jangka menengah, indeks berpotensi membentuk C-wave dalam expanded flat pattern dengan target teoritis di 4.865.
Indeks saham Amerika Serikat Dow Jones akhir pekan lalu ditutup datar. Investor cenderung wait and see menyusul akan dirilisnya sejumlah data penting Paman Sam pada pekan ini. Tercatat, Dow Jones Sabtu (27/7/2013) dini hari hanya menguat 0,02 persen ke level 15.558,83.
Perhatian tertuju pada rilis laba bersih emiten berkapitalisasi besar pekan ini. Selain itu, ada pula rilis data tenaga kerja dan pertumbuhan domestik bruto (PDB) AS yang diperkirakan melemah di kuartal II/2013.
Terakhir, investor menanti pertemuan FOMC The Fed yang akan di gelar awal Agustus. Menanggapi hal itu, bursa regional pagi ini cenderung bergerak mixed.
Indeks Nikkei 225 di Jepang terlihat melemah 2,82 persen ke posisi 14.152,97. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat 0,06 persen ke level 1.910,81.
Di sisi lain, harga minyak WTI crude oil semalam melemah 0,75 persen ke level USD104,70 per barel. Pelemahan tersebut diikuti oleh harga emas yang pada perdagangan Jumat (26/7/2013) turun 0,6 persen ke USD1.321,9 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pekan ini investor menanti rilis inflasi Juli yang diperkirakan bisa mencapai angka 3 persen. Disamping itu, kekhawatiran akan pelemahan rupiah terhadap dollar AS juga masih menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.
Ditambah lagi, investor asing terus membukukan aksi jual di tengah musim rilis laporan keuangan.
"Menurut analis teknikal kami, IHSG akan bergerak mixed to down untuk kembali menguji support EMA 200 hari di 4.637. Resistance hari ini berada di 4.690," demikian proyeksi Mandiri Securiteis, Senin (29/7/2013).
Dalam jangka menengah, indeks berpotensi membentuk C-wave dalam expanded flat pattern dengan target teoritis di 4.865.
Indeks saham Amerika Serikat Dow Jones akhir pekan lalu ditutup datar. Investor cenderung wait and see menyusul akan dirilisnya sejumlah data penting Paman Sam pada pekan ini. Tercatat, Dow Jones Sabtu (27/7/2013) dini hari hanya menguat 0,02 persen ke level 15.558,83.
Perhatian tertuju pada rilis laba bersih emiten berkapitalisasi besar pekan ini. Selain itu, ada pula rilis data tenaga kerja dan pertumbuhan domestik bruto (PDB) AS yang diperkirakan melemah di kuartal II/2013.
Terakhir, investor menanti pertemuan FOMC The Fed yang akan di gelar awal Agustus. Menanggapi hal itu, bursa regional pagi ini cenderung bergerak mixed.
Indeks Nikkei 225 di Jepang terlihat melemah 2,82 persen ke posisi 14.152,97. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan menguat 0,06 persen ke level 1.910,81.
Di sisi lain, harga minyak WTI crude oil semalam melemah 0,75 persen ke level USD104,70 per barel. Pelemahan tersebut diikuti oleh harga emas yang pada perdagangan Jumat (26/7/2013) turun 0,6 persen ke USD1.321,9 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pekan ini investor menanti rilis inflasi Juli yang diperkirakan bisa mencapai angka 3 persen. Disamping itu, kekhawatiran akan pelemahan rupiah terhadap dollar AS juga masih menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.
Ditambah lagi, investor asing terus membukukan aksi jual di tengah musim rilis laporan keuangan.
(rna)
Lihat Juga :