IHSG diperkirakan masih dalam tren melemah

Selasa, 30 Juli 2013 - 08:22 WIB
IHSG diperkirakan masih...
IHSG diperkirakan masih dalam tren melemah
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini diprediksi akan berada pada support 4.548-4.552 dan resistance 4.615-4.655.

Berpola menyerupai black marubozu lewati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai menjauhi area overbought.

"Sentimen negatif membawa IHSG berada di bawah target support (4.624-4.642) meski sempat berada tipis di atas target support tersebut," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Selasa (30/7/2013).

Tampaknya IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya setelah tren yang ada mengindikasikan adanya pembalikan arah melemah.

"Tetapi, diharapkan masih ada sentimen positif untuk dapat menghalau tren negatif tersebut," imbuhnya.

Meski di akhir pekan bursa saham AS berakhir positif, namun tidak banyak berdampak pada laju bursa saham Asia. Sepanjang perdagangan awan negatif menyelimuti bursa saham Asia, sehingga IHSG pun ikut terbawa suasana pelemahan. Pelaku pasar pun kembali melakukan aksi jual.

Apalagi dari sisi teknikal juga menunjukkan tren pelemahan dan jelang rilis inflasi di pekan ini. Tidak hanya itu, rilis inflasi pun kebetulan akan keluar selang dua hari menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri, sehingga pelaku pasar lebih memilih untuk mengamankan posisi.

"Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.649,15 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.575,41 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.658,87," papar Dia.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Pergerakan nilai tukar rupiah belum beranjak dari zona merah seiring minimnya sentimen positif di pasar. Meski rupiah sempat terbantukan dengan apresiasi Yen pasca imbas dirilisnya penurunan nilai ekspor di pekan sebelumnya, namun apresiasi tersebut juga diimbangi dengan pelemahan Yuan karena masih adanya ekspektasi pelemahan ekonomi China.

Selain itu, pelaku pasar juga terlihat menahan diri jelang pertemuan The Fed pada 30-31 Juli 2013 waktu AS setempat yang akan membahas perlu tidaknya stimulus moneter ekonomi AS dilanjutkan.

Bursa saham Asia mayoritas kompak anjlok setelah nilai tukar yen masih menguat sehingga memberikan sentimen negatif bagi saham-saham eksportir yang masih melanjutkan pelemahan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
IHSG Diramal Masih Lesu,...
IHSG Diramal Masih Lesu, Hari Ini Potensi di Kisaran 6.047-6.107
Menunggu Data Ekonomi...
Menunggu Data Ekonomi AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat
IHSG Kebakaran, Saham...
IHSG 'Kebakaran', Saham Farmasi dan Telekomunikasi Tetap 'Adem'
IHSG Berpeluang Reli...
IHSG Berpeluang Reli di 6.078-6.150, Cermati Saham Ini
Varian Delta Masih Jadi...
Varian Delta Masih Jadi Sentimen Utama di Pasar Saham
Berita Terkini
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
2 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
12 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
13 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
13 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
14 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved