Meski inflasi tinggi, IHSG masih berpeluang menguat

Jum'at, 02 Agustus 2013 - 08:36 WIB
Meski inflasi tinggi,...
Meski inflasi tinggi, IHSG masih berpeluang menguat
A A A
Sindonews.com - Hari terakhir perdagangan jelang libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan mengalami guncangan setelah diterjang berita kenaikan tajam inflasi bulan Juli, meskipun secara teknikal masih menunjukkan potensi penguatan lanjutan.

"IHSG akan bergerak di kisaran, 4.600-4.658. Pola hammer terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal di hari Jumat," Kata Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Jumat (2/8/2013).

Dari dalam negeri, Edwin berpendapat, sungguh mengejutkan, tingkat inflasi bulan Juli yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) jauh lebih tinggi dibanding yang diperkirakan sebelumnya.

"Sehingga for sure, BI rate berpeluang kembali naik 50 basis poin dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Relis inflasi Juli tertinggi setelah krisis ekonomi mencapai 3,29 persen (MoM), sehingga inflasi tahun kalender 2013 mencapai 6,75 persen.

Banyak yang mencoba menghibur diri, tapi menurut dia, lihat kenyataannya lima tahun ke belakang (data Agustus-Desember 2008-2012), bagaimana kira-kira laju inflasi untuk sisa tahun 2013.

Rata-rata laju inflasi lima tahun terakhir sisa lima bulan menunjukkan inflasi masih berpotensi naik 2,14 persen. "Itu artinya, inflasi tahun 2013 bisa mencapai 8,89 persen," prediksi Edwin.

Di lain pihak, jika diambil laju inflasi terkecil sisa lima bulan ke depan, maka tahun 2012 adalah terkecil karena berpotensi naik 1,73 persen. Itu artinya, inflasi 2013 berpotensi menjadi 8,48 persen, sedangkan jika diambil sisa lima bulan tertinggi ada di tahun 2010, maka inflasi 2013 bisa mencapai 9,53 persen.

"Kesimpulannya, saya memperkirakan laju inflasi Indonesia di tahun 2013 akan berkisar 8,48 hingga 9,53 persen," pungkasnya..

Yang ditunggu, lanjut Edwin, adalah apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap sisa lima bulan ke depan terkait ketersediaan dan distribusi barang, pergerakan USD/IDR dan BI rate.

Dari luar negeri, sejumlah berita penting menjadi faktor Dow Jones naik tajam 128,48 poin (0,83 persen) ke level 15.628,02 disertai turunnya The Vix 3,79 persen ditutup pada level 12,94.

Berita tersebut seperti salah satunya menyebutkan tentang turunnya weekly jobless claims terendah 5-1/2 tahunan sebesar 19 ribu unit menjadi 326 ribu, lebih kecil dari ekspektasi ekonom 345 ribu dan dari minggu sebelumnya 343 ribu.

Di sisi lain, naiknya China official manufacturing PMI bulan Juli ke level 50,3, lebih besar dari data Juni pada level 50,1 serta lebih tinggi dari konsensus ekonom pada level 49,9 (tapi pada saat bersamaan The final reading HSBC China PMI bulan Juli justru turun terendah 11 bulan terakhir kelevel 47,7), turut mewarnai pergerakan Dow Jones.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
IHSG Diramal Masih Lesu,...
IHSG Diramal Masih Lesu, Hari Ini Potensi di Kisaran 6.047-6.107
Menunggu Data Ekonomi...
Menunggu Data Ekonomi AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat
IHSG Kebakaran, Saham...
IHSG 'Kebakaran', Saham Farmasi dan Telekomunikasi Tetap 'Adem'
IHSG Berpeluang Reli...
IHSG Berpeluang Reli di 6.078-6.150, Cermati Saham Ini
Varian Delta Masih Jadi...
Varian Delta Masih Jadi Sentimen Utama di Pasar Saham
Berita Terkini
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
51 menit yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
11 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
11 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
11 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
12 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved