Harga minyak global jatuh

Senin, 05 Agustus 2013 - 19:41 WIB
Harga minyak global...
Harga minyak global jatuh
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia hari ini jatuh, meskipun data ekonomi China optimis karena kekhawatiran pertumbuhan pekerjaan yang lemah di Amerika Serikat. Hal ini berbanding terbalik dengan kenaikan di Asia tadi sore.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September turun 66 sen menjadi USD108,29 per barel dalam penawaran di London. Sementara kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, turun 60 sen menjadi USD106,34 per barel.

Raksasa perbankan HSBC melaporkan indeks manajer pembelian (PMI) untuk industri jasa di China mencapai 51,3 pada Juli, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Di mana angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan, sementara di bawah sebagai sinyal kontraksi.

PMI resmi China non-manufaktur, yang dirilis akhir pekan lalu, berada di 54,1 poin pada Juli, dari 53,9 poin pada bulan sebelumnya.

"Indeks manajer pembelian HSBC untuk industri jasa China tetap dalam wilayah ekspansif, dan ini telah memberikan dukungan untuk harga minyak mentah," kata Lee Chen Hoay, analis investasi Phillip Futures, Singapura, seperti dilansir dari AFP, Senin (5/8/2013).

Namun, harga tetap berada di bawah tekanan atas kekhawatiran tentang permintaan di Amerika Serikat setelah laporan data pekerjaan AS pekan lalu lemah.

Departemen Tenaga Kerja AS, Jumat (2/8/2013), mengatakan, perusahaan menambahkan 162.000 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah rata-rata 175.000 yang diperkirakan para analis. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 7,4 persen, dari 7,6 persen pada Juni.

"Laporan campuran pekerjaan AS datang lebih lemah dari yang diharapkan dan telah menciptakan sentimen agak kasar terhadap permintaan minyak mentah," ujar Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Singapura.

Harga minyak telah reli pekan lalu, di belakang data manufaktur yang kuat dari guzzlers minyak, AS dan China, dengan minyak mentah Brent mendekati angka tertinggi dalam empat bulan di atas USD110 per barel, sebelum memberikan jalan di belakang data ketenagakerjaan AS.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
30 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
37 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved