Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:28 WIB
loading...
Warga India Gila Emas,...
Mengendus potensi perputaran uang yang sangat masif, raksasa jaringan pegadaian asal Rusia, PJSC MGKL (holding dari Mosgorlombard) mengumumkan rencana ekspansi ke pasar domestik India. Foto/Dok, rushweb.io.
A A A
JAKARTA - Kegemaran masyarakat India terhadap emas (the yellow metal) menjadi magnet bisnis yang tidak terbendung bagi korporasi global. Mengendus potensi perputaran uang yang sangat masif, raksasa jaringan pegadaian asal Rusia , PJSC MGKL (holding dari Mosgorlombard) secara resmi mengumumkan rencana ekspansi untuk masuk ke pasar domestik India.

Tidak tanggung-tanggung, perusahaan Moskow ini akan mendaftarkan diri di GIFT City (Gujarat International Finance Tec-City), sebuah pusat layanan keuangan internasional terkemuka di India barat yang dirancang menandingi kedigdayaan Singapura (Marina Bay) dan Dubai (DIFC).

Menariknya, alih-alih membuka toko konvensional, perusahaan Rusia ini bakal menggebrak pasar dengan memasang terminal otomatis (ATM) khusus untuk jual-beli emas dan perak secara kontak les.

Baca Juga: Aparat India Tangkap Pria yang Selundupkan Emas Rp1,5 Miliar di Celana Dalam

Langkah berani Mosgorlombard didasarkan pada data finansial yang mencengangkan dari pasar India. Berdasarkan laporan Morgan Stanley, total kepemilikan emas di tingkat rumah tangga India mencapai angka fantastis, yakni 34.000 ton emas dengan valuasi menembus USD5 triliun (sekitar Rp89.038 triliun dengan kurs Rp17.807 per USD).



Meskipun pasar pinjaman agunan emas (gold loan market) di India sudah mencatatkan portofolio aktif sebesar USD225 miliar, rahasia besarnya adalah baru sekitar 10% hingga 12% saja emas rumah tangga tersebut yang saat ini dijaminkan. Sisa potensi pasar yang belum terjamah inilah yang diincar oleh Rusia.

Baca Juga: Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS

"Melihat skala dan matangnya pasar pinjaman berbasis agunan emas di India, kami memproyeksikan adanya permintaan yang sangat kuat terhadap terminal penerimaan barang-barang emas tanpa kontak (contactless acceptance)," ujar CEO MGKL, Aleksey Lazutin dalam keterangan resminya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Kilau Emas Kembali Lagi...
Kilau Emas Kembali Lagi usai Menguat Rp8 Ribu, Buyback Naik Rp16.000 per Gram
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Polisi Pastikan Emas...
Polisi Pastikan Emas 74 Kg Sitaan dari Rumah Febrie Adriansyah Asli
Rekomendasi
Ada Konser Akbar Monas...
Ada Konser Akbar Monas 2026, Jalan Medan Merdeka Timur Macet
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved