Pasca-libur Lebaran, IHSG berpotensi melemah

Senin, 12 Agustus 2013 - 09:06 WIB
Pasca-libur Lebaran,...
Pasca-libur Lebaran, IHSG berpotensi melemah
A A A
Sindonews.com - Setelah libur panjang Lebaran, saham-saham mulai kembali diperdagangkan hari ini dengan proyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan berada pada kisaran 4,600-4,679.

Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang melihat, akan ada tren penurunan setidaknya yang akan terjadi pada perdagangan perdana ini, mengingat kejatuhan sejumlah bursa regional selama bursa Indonesia tutup.

"Merujuk kejatuhan tajam Bursa Regional selama minggu lalu dan Bursa Indonesia libur panjang, maka saya perkirakan IHSG berpeluang turun di awal perdagangan Senin. Tetapi saham komoditas berbasis timah dan nikel layak dilirik berkat penguatan tajam harga," kata Edwin, Senin (12/8/2013).

Adapun kejatuhan bursa regional yang dimaksud Edwin seperti, Dow Jones yang bergerak -1.49 persen, Nikkei yang bergerak -5.88 persen, HSI bergerak -1.73 persen dan STI bergerak -0.74 persen.

Edwin mengingatkan, investor juga perlu mewaspadai kombinasi yang menghawatirkan antara inflasi tinggi, turunnya GDP dan USD/IDR di level 10,300 mjd, faktor IHSG 2 pekan lalu turun -18.12 poin (-0.39 persen) diiringi Net Sell Asing Rp-230.4 miliar shg selama 31 pekan, Net Sell asing mjd Rp-5.26 triliun.

Pekan ini data earnings dan ekonomi AS yang akan dirilis cukup ringan, di mana detail emiten di antaranya, pada Senin ada Sysco, kemudian Selasa ada Flower Foods.

Sementara pada Rabu ada Macy's, Cisco, NetApp, NetEase. Selanjutnya, Kamis ada Wal-art, Kohl's, Applied Materials, Nordstrom.

Data ekonomi yang akan dirilis pada Senin terdapat pending home sales, Dallas Fed mfg survey. Kemudian, Selasa terdapat data retail sales, business inventories. Rabu, ada data PPI dan Kamis terdapat data CPI, jobless claims, empire state mfg survey, industrial production, housing market index, Philadelphia Fed survey. Terakhir, Jumat terdapat data housing starts dan consumer sentiment.

Data ekonomi negara besar lain yang perlu diperhatikan, antara lain wilayah zona Euro. Utamanya, data WPI Jerman, CPI, Economic Sentiment and GDP; PDB Perancis; serta Euro Zone Industrial Production, CPI dan GDP.

Sementara untuk Jepang yang perlu diperhatikan adalah data industrial production, capacity utilization, machine orders dan BOJ minutes meeting.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
19 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
35 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
42 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
46 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
47 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved