Tiga insentif ekonomi penting versi Hatta

Selasa, 13 Agustus 2013 - 14:51 WIB
Tiga insentif ekonomi...
Tiga insentif ekonomi penting versi Hatta
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tiga insentif ekonomi yakni penangguhan pajak, pemotongan pajak, dan peningkatan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) merupakan langkah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga iklim investasi.

"Itu salah satu dari menjaga daya beli masyarakat kita dan menjaga iklim investasi kita. Itu bagian dari yang kita diskusikan," ujarnya di Istana Presiden, Selasa (13/8/2013).

Meski peluang yang mana yang lebih besar terealisasi terlebih dahulu, Hatta menilai ketiga insetif tersebut sama pantingnya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Pemangkasan perijinan itu penting, menaikkan PTKP juga penting, kemudian penangguhan pajak juga penting. Misal dengan properti yang semakin meninggi maka masyarakat kita yang ingin memiliki rumah pertama yang katakanlah rusunami atau 36 meter persegi semakin mahal, kalau tidak diperhatikan peluang mereka untuk mendapatkan rumah semakin kecil padahal properti semakin meningkat," jelasnya.

"Orang beli rumah yang ke-12, ke-10 dijadikan instrumen investasi disinilah pentingnya kita terhadap pajak 23 persen itu bagaimana ditangguhkan atau kita potong atau kita bebaskan, itu sebagian dari menjaga memontum pertumbuhan, menjaga masyarakat yang ingin memiliki rumah itu agar tetap memiliki rumah," lanjutnya.

Terkait pengembangnya potongannya, Hatta mengatakan akan mendiskusikannya dengan Menteri Keuangan Chatib Basri. "Ini salah satu yang dibicarakan oleh Pak Chatib tadi exercise, sektor riilnya di situ," ungkapnya.

Hatta menambahkan, dari tiga opsi yang disampaikan Menkeu, yang paling riil bisa diterapkan adalah PTKP. "Pendapatan kan terus meningkat, dengan PTKP dinaikan maka daya beli juga meningkat, spending juga meningkat," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved