China tingkatkan investasi asing untuk layanan lansia

Sabtu, 17 Agustus 2013 - 13:32 WIB
China tingkatkan investasi...
China tingkatkan investasi asing untuk layanan lansia
A A A
Sindonews.com - China akan menyederhanakan prosedur dan memangkas biaya administrasi untuk industri yang berhubungan dengan pelayanan orang tua. Pemerintah saat ini berusaha mengelola penuaan penduduk di wilayahnya.

Dilansir dari Bloomberg, Sabtu (17/8/2013), Perdana Menteri China, Li Keqiang mengatakan, pemerintah ingin memberikan kemudahan bagi investasi asing serta swasta di sektor jasa dan fasilitas perawatan lanjut usia (lansia).

Para pembuat kebijakan saat ini sedang mencari cara untuk mengelola biaya merawat orang tua, di mana jumlah orang berusia di atas 60 tahun akan mencapai dua kali lipat pada 2053.

Kebijakan pembatasan satu anak, meningkatkan beban pada satu-satunya keturunan. Sementara urbanisasi dari wilayah peternakan ke kota-kota akibat perkembangan ekonomi telah memisahkan banyak orang tua dengan anak-anak mereka. Secara tradisional, anak-anak tinggal bersama orangtua mereka dan merawat sesuai dengan ajaran Confucian.

Dewan negara mengatakan, jumlah warga tua dengan cepat mendekati 200 juta jiwa. Untuk itu, pihak berwenang akan memotong biaya kebutuhan untuk orang tua dan mendirikan pusat-pusat penitipan anak bagi mereka.

Di daerah perumahan baru, bangunan harus memiliki fasilitas katering untuk penduduk lanjut usia dan negara berusaha untuk membangun jaringan pendukung yang komprehensif bagi warga lansia pada 2020.

China juga akan menurunkan hambatan untuk memberikan pelayanan keperawatan, asuransi dan perawatan kesehatan bagi warga yang lebih tua.

Pihak berwenang juga telah menetapkan Hari Lanjut Usia yang akan dirayakan setiap tahun pada musim gugur, dan mereka akan meningkatkan jumlah tempat tidur pada fasilitas perawatan sampai 30 unit per 1.000 orang tua pada 2015, dari 20 unit yang ada saat ini.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
1 jam yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
3 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
4 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
5 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
6 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved