Bos broker China mundur akibat kesalahan perdagangan

Kamis, 22 Agustus 2013 - 15:40 WIB
Bos broker China mundur...
Bos broker China mundur akibat kesalahan perdagangan
A A A
Sindonews.com - Presiden China's Everbright Securities mengundurkan diri setelah perusahaan broker yang dipimpinnya melakukan kesalahan perdagangan hingga mengguncang pasar saham di negara tersebut.

Pemerintah sedang menyelidiki Everbright, broker terbesar ketujuh di China, akibat 'cacat desain' dalam sistem perdagangan proprietary, yang dengan cepat mengirim indeks saham naik lebih dari 5 persen pada Jumat (16/8/2013) lalu.

Dilansir dari AFP, Kamis (22/8/2013), dalam sebuah pernyataannya di bursa Shanghai, Everbright mengatakan, telah menerima pengunduran diri Xu Haoming sebagai presiden dan dewan direktur.

Namun, mereka tidak memberikan alasan kepergiannya. Perusahaan hanya mengungkapkan penggantinya dengan menunjuk Ketua Yuan Changqing.

Secara terpisah, regulator pasar China menyatakan, setelah kejadian itu pihaknya akan menyelidiki program komputer perdagangan.

Seperti diketahui, Everbright, perusahaan BUMN China itu telah keliru menempatkan order pembelian senilai 23,4 miliar yuan (USD3,8 miliar) meskipun tidak semua transaksi selesai.

Menyusul insiden itu, pihak berwenang telah memerintahkan suspensi selama tiga bulan bagi bisnis Everbright dan melarangnya melakukan penjaminan masalah utang bagi perusahaan non-keuangan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved