SBY optimistis ekonomi RI segera membaik

Jum'at, 23 Agustus 2013 - 16:46 WIB
SBY optimistis ekonomi...
SBY optimistis ekonomi RI segera membaik
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menegaskan rasa optimismenya perekonomian Indonesia akan segera membaik akibat tekanan belakangan ini.

Dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna dengan agenda kemajuan pencapain reformasi birokrasi di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (23/8/2013), SBY mengatakan, bahwa dia telah memutuskan paket kebijakan dan langkah tindakan untuk mengatasi gejolak perekonomian.

"Saya tetap optimistis meskipun goncangan ini terasa benar. Tapi kalau paket kebijakan dan solusi yang telah kita tetapkan dijalankan, saya sekali lagi optimistis akan ada perbaikan terhadap perekonomian kita," kata SBY dikutip dari laman Setkab, Jumat (23/8/2013).

Menurut Presiden, keputusan itu diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi dengan kalangan dunia usaha serta pihak-pihak terkait, dan setelah tim ekonomi melakukan persiapan selama enam hari.

"Saya berharap seluruh jajaran kabinet ikut aktif untuk mengimplementasikan kebijakan yang telah saya putuskan dan tetapkan," kata Presiden SBY.

Selanjutnya Presiden menyebutkan inti langkah dan tindakan pemerintah terdiri atas sejumlah paket kebijakan dan langkah tindakan yang mulai dilakukan sejak hari ini sebetulnya. Sasaran dan tujuan paket kebijakan tersebut, kata Presiden, untuk memperbaiki current account dalam upaya mengurangi defsit.

Langkah kebijakan itu, tambah Presiden, juga bertujuan untuk mengelola stabilitas nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan.

Paket lainnya, kata Presiden, untuk melancarkan, menggerakkan dan mempercepat berbagai proyek investasi, seraya menjaga daya beli masyarakat.

Sasaran dan tujuan ketiga, kata Presiden, untuk memastikan stabilitas harga terutama bahan pokok bisa dikelola dengan baik, yaitu untuk memastikan adanya stabilitas harga pada tingkat barang dan jasa terutama bahan-bahan pokok pemerintah mengeluarkan aturan dan kebijakan.

Sedang yang keempat, kata Presiden, melakukan sinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dalam upaya mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
9 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
10 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
12 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
12 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
12 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved