BKF: BI harus respon anjloknya IHSG

Selasa, 27 Agustus 2013 - 20:21 WIB
BKF: BI harus respon...
BKF: BI harus respon anjloknya IHSG
A A A
Sindonews.com - Menanggapi sempat dropnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga di bawah level 4.000, Plt Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro berharap Bank Indonesia (BI) bisa merespon hal tersebut untuk kembali memulihkan sentimen negatif pasar.

Tetapi dia menolak mengintervensi BI untuk menaikkan suku bunga BI (BI Rate), karena dia menganggap BI sudah memiliki kebijakan yang dipersiapkan dengan matang.

"Kita berharap dari BI ada kebijakan yang bisa lebih langsung menjawab apa yang terjadi di pasar pada hari-hari ini," ujar Bambang di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Bambang juga berpendapat dropnya IHSG merupakan sebuah tren yang harus segera direspon dari dua pihak yaitu fiskal oleh pemerintah, dan moneter oleh BI. "Ini kan tren moneter dan fiskal. Jadi memang harus ada respon kebijakan dari kedua sisi," terang Bambang.

Ketika ditanya mengenai keefektifan 5 bauran kebijakan ekonomi BI, Bambang mengungkapkan tidak selamanya BI dapat memenuhi keinginan investor.

"Kita perlu ada semacam kebijakan yang bisa juga address concern investor di satu sisi, tapi di sisi lain jangan sampai kita mengalami pengorbanan yang terlalu besar," tutup Bambang.

Diberitakan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari kedua pekan ini makin menjauhi level 4.000 dan menjadi level terburuk tahun ini. IHSG ambles 152,83 poin atau 3,71 persen ke level 3.967,84.

Pagi tadi, IHSG dibuka langsung memerah dan meninggalkan level 4.100, dimana IHSG terkoreksi 38,38 poin atau 0,93 persen ke level 4.082,29. pelemahan berlanjut di akhir sesi I. IHSG kembali tinggalkan level 4.000 karena terkapar 126,20 poin atau 3,06 persen menuju 3.994,46.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved