Saham energi topang Wall Street

Kamis, 29 Agustus 2013 - 08:38 WIB
Saham energi topang...
Saham energi topang Wall Street
A A A
Sindonews.com - Bursa Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berhasil menguat didukung relinya saham sektor energi akibat melonjaknya harga minyak dunia akibat tersulut aksi militer yang akan dilakukan Amerika Serikat (AS) ke Suriah.

Minyak mentah brent naik 1,4 persen, sementara minyak mentah berjangka AS naik 0,4 persen atau naik 5,3 persen selama lima sesi terakhir karena investor khawatir atas tindakan militer AS ke SSuriah yang bisa dikhawatirkan menggangu pasokan. Selama sesi perdagangan, harga minyak mentah tersebut mencapai level tertingginya sejak Mei 2011.

Adapun saham sektor energi di indeks S&P 500 naik 1,8 persen. Sementara saham Chevron Corp ( CVX.N ) naik 2,5 persen menjadi USD121,81, sedangkan saham Exxon Mobil (XOM.N ) naik 2,3 persen menjadi USD88,84.

"Jika Anda ingin lindung nilai terhadap ketidakpastian Timur Tengah, saham-saham energi akan membantu Anda dengan baik," kata Kepala Strategi Investasi Northern Trust Global Investments, Jim McDonald seperti dilansir Reuters, Kamis (29/8/2013).

Sementara di Dewan Keamanan PBB , Inggris mencari otorisasi untuk melakukan aksi militer ke Suriah atas dugaan serangan gas beracun terhadap warga sipil oleh pemerintah Presiden Bashar al-Assad. Para pejabat AS menggambarkan rencana serangan multinasional ini akan berlangsung berhari-hari.

Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones naik 48,38 poin atau 0,33 persen ke 14.824,51; indeks S&P 500 naik 4,48 poin atau 0,27 persen ke 1.634,96 dan Nasdaq naik 14,83 poin atau 0,41 persen ke 3.593,35.

Volume perdagngan ringan dengan sekitar 4,19 miliar saham ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Nilai tersebut di bawah rata-rata harian sepanjang tahun ini sebanyak 6,31 miliar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
29 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved