Apdasi nilai swasembada sapi belum efektif

Senin, 02 September 2013 - 16:29 WIB
Apdasi nilai swasembada...
Apdasi nilai swasembada sapi belum efektif
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi Indonesia (Apdasi) Jawa Barat (Jabar), Dadang Iskandar mengatakan, penurunan populasi sapi di Jabar membuktikan program swasembada sapi yang dicanangkan pemerintah belum memberikan hasil maksimal.

Populasi sapi di Jabar, justru turun dan menyebabkan gejolak harga di pasaran hingga saat ini. "Populasi sapi sangat terbatas. Sementara kebutuhan sapi di Jabar sangat tinggi. Ini yang menyebabkan harga sapi terus bergejolak," kata Dadang, Senin (2/9/2013).

Menurut dia, tingginya harga daging sapi yang saat ini masih bertahan di Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per kilogram (kg) disebabkan tingginya harga bobot sapi di RPH, yaitu sekitar Rp33 ribu per kg.

Dadang mengatakan, walaupun BPS belum menyebutkan secara rinci berapa jumlah sapi siap potong di Jabar, namun kebutuhan sapi di Jabar sangat tinggi yaitu antara 500 ribu sampai 600 ribu ekor per tahun. Jumlah tersebut belum termasuk untuk sapi Idul Adha sekitar 200 ribu ekor.

Dalam satu tahun, Jabar paling tidak membutuhkan sekitar 800 ribu ekor sapi. Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap bisa berlaku bijak. Kuota impor sapi, terutama untuk sapi trading mestinya di tingkatkan lagi.

Sehingga, lanjut dia, gejolak harga bisa ditekan. Rencana pemerintah menyuplai 25 ribu ekor sapi hingga Desember 2013 sangat kurang. Dalam satu hari, Jabar paling tidak membutuhkan 1.700 ekor sapi siap potong.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Terungkap 5 Komoditas...
Terungkap 5 Komoditas Penyumbang Terbesar Deflasi 0,12% di September 2024
Kepala BPS RI Siapkan...
Kepala BPS RI Siapkan Sensus Pertanian dan Canangkan Desa Cantik di Pangkep
Jumlah Orang Indonesia...
Jumlah Orang Indonesia Bepergian ke Luar Negeri Naik 55 Persen
Tumbuh 53 Persen, Oktober...
Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun
BPS: Impor Indonesia...
BPS: Impor Indonesia Naik 1,64% di Juli 2022
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
7 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved