Terungkap 5 Komoditas Penyumbang Terbesar Deflasi 0,12% di September 2024
Selasa, 01 Oktober 2024 - 14:27 WIB
loading...
BPS mengungkap, dalam 5 bulan terakhir komoditas daging ayam ras masuk dalam 5 besar komoditas utama yang menyumbang andil deflasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2024 mengalami deflasi sebesar 0,12%. Diterangkan secara historis, deflasi September 2024 merupakan deflasi terdalam dibandingkan bulan yang sama dalam 5 tahun terakhir dengan tingkat deflasi sebesar 0,12%.
Baca Juga: 5 Kali Beruntun, Deflasi Sentuh 0,12% di September 2024
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, dalam 5 bulan terakhir komoditas daging ayam ras masuk dalam 5 besar komoditas utama yang menyumbang andil deflasi. Katanya, daging ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen pada September 2024.
"Deflasi yang terjadi dalam 5 bulan terakhir terlihat secara umum disumbang oleh penurunan harga komoditas bergejolak dari perspektif kelompok makanan, minuman dan tembakau dan kelompok ini ternyata kembali menjadi penyumbang utama deflasi pada September 2024 dan deflasi pada kelompok ini terjadi berlangsung selama 6 bulan berturut-turut sejak april 2024," papar Amalia dalam konferensi pers hari ini, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga: Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi Timbulkan Lingkaran Setan Perlambatan ekonomi
Baca Juga: 5 Kali Beruntun, Deflasi Sentuh 0,12% di September 2024
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menuturkan, dalam 5 bulan terakhir komoditas daging ayam ras masuk dalam 5 besar komoditas utama yang menyumbang andil deflasi. Katanya, daging ayam ras memberikan andil deflasi sebesar 0,02 persen pada September 2024.
"Deflasi yang terjadi dalam 5 bulan terakhir terlihat secara umum disumbang oleh penurunan harga komoditas bergejolak dari perspektif kelompok makanan, minuman dan tembakau dan kelompok ini ternyata kembali menjadi penyumbang utama deflasi pada September 2024 dan deflasi pada kelompok ini terjadi berlangsung selama 6 bulan berturut-turut sejak april 2024," papar Amalia dalam konferensi pers hari ini, Selasa (1/10/2024).
Baca Juga: Deflasi 4 Bulan Beruntun, Berpotensi Timbulkan Lingkaran Setan Perlambatan ekonomi
Lihat Juga :