Kopti: 10% perajin tahu di Depok mogok produksi

Selasa, 03 September 2013 - 16:59 WIB
Kopti: 10% perajin tahu...
Kopti: 10% perajin tahu di Depok mogok produksi
A A A
Sindonews.com - Sekitar 10 persen dari 800 perajin tahu dan tempe di Depok sudah melakukan aksi mogok berproduksi terlebih dahulu, akibat kenaikan harga kedelai.

Sementara, aksi mogok secara nasional akan dilakukan perajin tahu dan tempe pada 9-11 September 2013. Ketua Koperasi Pengrajin Tahu dan Tempe Indonesia (Kopti) Depok, Tarono mengatakan, aksi mogok akan dilakukan secara nasional.

"Saya akan ke Bandung untuk rapat dengan Kopti Provinsi membicarakan aksi mogok ini," katanya, Selasa (3/9/2013).

Sejumlah tuntutan yang diajukan Kopti saat mogok nasional tersebut meminta pemerintah menurunkan dan menstabilkan harga kedelai. Selain itu, pemerintah juga dituntut merealisasikan swasembada kedelai dan melaksanakan Perpres No 32/2013 tentang penugasan kepada Perum Bulog untuk pengamanan harga dan penyaluran kedelai.

Dia mengakui, ada sekitar 10 persen atas 800 perajin tahu dan tempe di Depok yang saat ini sudah mogok berproduksi. Aksi tersebut dilakukan secara inisiatif untuk menaikkan harga tahu. Mereka rata-rata adalah produsen tahu yang memasok ke Pasar Tradisional seperti Kemiri Muka.

"Tujuan mereka (yang mogok duluan) yaitu untuk menaikkan harga tahu. Sementara kami meminta menstabilkan harga kedelai," ujarnya.

Menurutnya, perajin tahu dan tempe di Kota Depok membutuhkan 1.600 ton kedelai setiap bulan. Bahan baku tersebut diproduksi sekitar 800 perajin tahu dan tempe yang tersebar di Kota Depok.

"Sebenarnya dari produsen bisa saja menaikkan harga dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per bungkus, tapi apakah masyarakat siap," ujarnya.

Dengan adanya kenaikan harga kedelai menjadi Rp9.000 per kg, kata Tarono, biaya produksi bertambah sekitar 40 persen. Kondisi itu sangat menyulitkan perajin tahu jika harga kedelai tidak distabilkan. "Kami meminta HPP kedelai distabilkan yaitu Rp7.000 per kg," kata dia.

Sementara, salah satu perajin tahu yang mogok, Bowo SP mengatakan, dirinya sudah melakukan aksi tersebut sejak sebulan lalu. Dia mengaku melakukan aksi tersebut bersama sebagian perajin tahu dan tempe lainnya di Kota Depok.

"Pemerintah tidak mendengar, harga kedelai tidak akan turun. Kami akan berproduksi kalau harga tahu dinaikkan," paparnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
27 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
45 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved