Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Minggu, 02 Mei 2021 - 20:04 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Memasuki bulan April 2021 lalu, harga kedelai global kembali naik. Seperti disampaikan Kementerian Perdagangan yang melansir data Chicago Board of Trade (CBOT) pada 1 April 2021 lalu, harga kedelai dunia untuk penyediaan April 2021 berada di kisaran USD 14,33 per gantang, terdapat kenaikan harga di kisaran 3,69% dari penyediaan Maret 2021 yang sebesar USD 13,82 per gantang. Bahkan berdasarkan data Trading Economics, per 1 Mei 2021 harga kedelai sudah kembali naik menjadi USD15,52 per gantang.
Mungkin hal ini tak banyak diketahui oleh para pengrajin kedelai lokal, yang sempat menghentikan produksi tahu dan tempe pada awal tahun ini ketika harga kedelai global mengalami gejolak akibat tingginya permintaan di pasar global. Namun Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memang telah memprediksi bahwa kenaikan harga kedelai masih bisa terjadi hingga Mei tahun ini. Tingginya permintaan kedelai dunia menjadi penyebab utama kenaikan harga. Beruntung kenaikan harga yang terjadi kemarin ini tak sampai menimbulkan gejolak harga di dalam negeri.
Disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra belum lama ini. Pemerintah bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di industri kedelai berkomitmen menjaga harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe di kisaran Rp9.750-Rp9.900/kg. Sementara harga di tingkat gudang importir akan dijaga di kisaran Rp9.200-Rp9.300/kg. Lewat upaya ini maka harga tahu masih terus stabil di kisaran Rp650 per potong dan harga tempe di kisaran Rp16.000 per kg.
“Meski saat ini terjadi sedikit kenaikan harga kedelai dunia, Kemendag menjamin stok kedelai penyediaan April 2021 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujar Syailendra, Minggu (2/5/2021).
Baca Juga: Dibayari Saat Beli Bensin, Erick Thohir Bujuk Aremania Dukung Persis Solo
Mungkin hal ini tak banyak diketahui oleh para pengrajin kedelai lokal, yang sempat menghentikan produksi tahu dan tempe pada awal tahun ini ketika harga kedelai global mengalami gejolak akibat tingginya permintaan di pasar global. Namun Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memang telah memprediksi bahwa kenaikan harga kedelai masih bisa terjadi hingga Mei tahun ini. Tingginya permintaan kedelai dunia menjadi penyebab utama kenaikan harga. Beruntung kenaikan harga yang terjadi kemarin ini tak sampai menimbulkan gejolak harga di dalam negeri.
Disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra belum lama ini. Pemerintah bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di industri kedelai berkomitmen menjaga harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe di kisaran Rp9.750-Rp9.900/kg. Sementara harga di tingkat gudang importir akan dijaga di kisaran Rp9.200-Rp9.300/kg. Lewat upaya ini maka harga tahu masih terus stabil di kisaran Rp650 per potong dan harga tempe di kisaran Rp16.000 per kg.
“Meski saat ini terjadi sedikit kenaikan harga kedelai dunia, Kemendag menjamin stok kedelai penyediaan April 2021 masih cukup untuk memenuhi kebutuhan industri pengrajin tahu dan tempe nasional dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujar Syailendra, Minggu (2/5/2021).
Baca Juga: Dibayari Saat Beli Bensin, Erick Thohir Bujuk Aremania Dukung Persis Solo
Lihat Juga :