Defisit neraca perdagangan menghawatirkan

Selasa, 03 September 2013 - 18:26 WIB
Defisit neraca perdagangan...
Defisit neraca perdagangan menghawatirkan
A A A
Sindonews.com - BP Chief Economist, Christof Ruhl mengatakan, defisit neraca perdagangan akibat dari tingginya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disebabkan karena sumbangsih besar dari subsidi BBM.

Bagi negara yang masih memberikan subsidi BBM besar, maka konsumsi ikut membengkak karena masyarakat dininabobokan dengan harga BBM yang relatif murah.

"Ada hubungannya dengan subsidi BBM dan impor fuel yang tinggi. Ada dua kelompok subsidi BBM tinggi dan mahal, akan mengakibatkan defisit tadi, kemudian konsumsi tinggi dan produksinya tidak mencukupi," katanya disela-sela Laporan BP Statistical Review of World Energy, di Shangrila Hotel, Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Menurut dia, tingginya konsumsi BBM membuat pemerintah terus menerus melakukan impor BBM. Hal itu, lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kemudian terjadi defisit terhadap neraca perdagangan.

"Hal itu sangat menghawatirkan. Ada keputusan The Fed dengan ditariknya modal dari market dunia mengakibatkan stabilitas perekonomian dunia terganggu," ujarnya.

Selain itu, pemberian subsidi yang besar juga berpotensi membuat defisit keuangan makin tajam. "Kedua hal ini sangat berkaitan mempengaruhi keuangan dan perdagangan," pungkas dia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), defisit neraca perdagangan Juli 2013 mencapai USD2,31 miliar atau setara Rp25,1 triliun dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Neraca Perdagangan Surplus,...
Neraca Perdagangan Surplus, Pemerintah Respon Positif
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
5 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
5 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
7 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Transaksi Perdagangan...
Transaksi Perdagangan Aset Kripto Mulai Lesu dan Menurun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved