Indef: Imported inflation karena ulah spekulan pasar

Kamis, 05 September 2013 - 09:23 WIB
Indef: Imported inflation...
Indef: Imported inflation karena ulah spekulan pasar
A A A
Sindonews.com - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menyebut, kenaikan harga komoditas terutama hortikultura akibat melemahnya mata uang rupiah tidak berpengaruh banyak terhadap imported inflation atau inflasi akibat harga komoditas impor.

Dia mengatakan, ada efek psikologis pasar yang membuat kenaikan harga satu komoditas seolah-olah menular, sehingga mengakibatkan harga-harga komoditas lainnya menjadi naik.

"Jangan hanya pikir kenaikan harga kedelai dan bawang merah, kenapa merembet ke semua bahan makanan, itu yang disebut efek psikologis. Jadi (kenaikan harga komoditas) bukan karena rupiah melemah," ujar Enny, Rabu (4/9/2013) malam.

Efek psikologis pasar yang memburuk ini, menurut Enny, karena tata niaga pasar yang buruk sehingga menimbulkan aksi-aksi tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh para spekulan pasar.

"Seperti kasus bawang merah, sebenarnya bukan harganya yang menjadi masalah tapi orang yang memanfaatkan hal itu," ujarnya.

Dia berpendapat, harga kedelai dengan melemahnya rupiah tidak akan berdampak terlalu buruk secara pasar dan daya beli.

"Andaikan tadinya nilai tukar Rp10 ribu per dolar, kalau sekilo kedelai katakanlah USD1/kilogram. Kemarin sekilo Rp10 ribu, sekarang rupiah melemah bisa jadi Rp12 ribu, naik Rp2.000. Kalau tata niaga nggak rusak, saya rasa kenaikan sekitar 20 persen tidak menjadi masalah," pungkasnya.

Terkait hal ini, dia mengembalikan kepada pemerintah mengenai kebijakan tata niaga pasar yang tidak menimbulkan spekulan karena berdampak pada inflasi.

"Bukan hanya Kementerian Perdagangan saja yang bertanggung jawab, tetapi Kementerian-Kementerian teknis lainnya," tutup Enny.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved