Peringkat daya saing RI naik ke posisi 38
Kamis, 05 September 2013 - 11:04 WIB
Peringkat daya saing RI naik ke posisi 38
A
A
A
Sindonews.com - Menurut laporan World Economics Forum (WEF) Global Competitivenes Report 2013-2014, peringkat daya saing Indonesia kini berada di posisi 38 dunia, atau melesat 12 peringkat dari setahun sebelumnya di posisi 50 dunia.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan Indonesia menjadi negara dengan kenaikan peringkat daya saing yang cukup fantastis.
"Setelah tiga tahun mengalami penurunan, Indonesia kembali melompat dan tercatat sebagai salah satu pertumbuhan terbesar tahun ini," tulis WEF dalam laporan tersebut dikutip dari laman Setkab, Kamis (5/9/2013).
Menurut Dipo, raihan prestasi sebagaimana dirilis oleh WEF itu menunjukkan, bahwa kebijakan, program dan arah pembangunan yang dilakukan pemerintah selama ini sudah benar dan tepat. Sehingga mendapatkan apresiasi dari kalangan investor dan dunia usaha yang disurvei WEF.
“Ini menjadi bukti, bahwa apa yang dilakukan pemerintah selama ini sudah pada arah yang benar, dan telah menunjukkan hasil yang pantas diapresiasi oleh dunia usaha maupun investor. Bahwa terjadi penurunan nilai tukar mata uang rupiah itu merupakan gejolak dunia, yang tidak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga terjadi di negara-negara lain,” kata Dipo.
Bagi Indonesia, kata Dipo Alam, kenaikan peringkat ini sangat penting mengingat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menghadiri KTT G20 di St Petersburg, Rusia.
KTT G-20 dibawah pimpinan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, akhir pekan ini akan membahas 4 isu utama (cluster of issues), yakni: growth and financial stability; sustainable development for all; growth, jobs, investment; dan growth and trade.
Bersama para pemimpin G-20 lainnya, Presiden Yudhoyono juga akan menghadiri dialog informal G-20 dengan Business 20 (B20) dan Labor 20 (L20). Topik yang akan dibahas dalam dialog tersebut adalah “promoting growth and job”.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan Indonesia menjadi negara dengan kenaikan peringkat daya saing yang cukup fantastis.
"Setelah tiga tahun mengalami penurunan, Indonesia kembali melompat dan tercatat sebagai salah satu pertumbuhan terbesar tahun ini," tulis WEF dalam laporan tersebut dikutip dari laman Setkab, Kamis (5/9/2013).
Menurut Dipo, raihan prestasi sebagaimana dirilis oleh WEF itu menunjukkan, bahwa kebijakan, program dan arah pembangunan yang dilakukan pemerintah selama ini sudah benar dan tepat. Sehingga mendapatkan apresiasi dari kalangan investor dan dunia usaha yang disurvei WEF.
“Ini menjadi bukti, bahwa apa yang dilakukan pemerintah selama ini sudah pada arah yang benar, dan telah menunjukkan hasil yang pantas diapresiasi oleh dunia usaha maupun investor. Bahwa terjadi penurunan nilai tukar mata uang rupiah itu merupakan gejolak dunia, yang tidak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga terjadi di negara-negara lain,” kata Dipo.
Bagi Indonesia, kata Dipo Alam, kenaikan peringkat ini sangat penting mengingat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menghadiri KTT G20 di St Petersburg, Rusia.
KTT G-20 dibawah pimpinan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, akhir pekan ini akan membahas 4 isu utama (cluster of issues), yakni: growth and financial stability; sustainable development for all; growth, jobs, investment; dan growth and trade.
Bersama para pemimpin G-20 lainnya, Presiden Yudhoyono juga akan menghadiri dialog informal G-20 dengan Business 20 (B20) dan Labor 20 (L20). Topik yang akan dibahas dalam dialog tersebut adalah “promoting growth and job”.
(gpr)
Lihat Juga :