Pemerintah didesak tambah kuota kedelai Bulog

Selasa, 10 September 2013 - 09:51 WIB
Pemerintah didesak tambah...
Pemerintah didesak tambah kuota kedelai Bulog
A A A
Sindonews.com - DRPD Jawa Timur mendesak pemerintah untuk melakukan penambahan kuota Kedelai di Badan Urusan Logistik (Bulog). Hal itu menyusul maraknya aksi mogok produksi yang dilakukan oleh perajin tahu dan tempe di Jawa Timur.

Penambahan kuota ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan baku serta stabilisasi harga kedelai di pasaran.

Ketua Komisi B DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto mengatakan, dari kebutuhan 120 ribu ton kedelai untuk Jawa Timur, Bulog hanya dijatah 20 ribu ton. Akibatnya, pemerintah tidak tidak bisa mengendalikan harga kedelai di pasaran.

"Kedelai dikuasai oleh pedagang besar atau importir," kata Agus di Surabaya, Selasa (10/9/2013).

Selain menambah kuota kedelai Bulog, dia berharap, pemerintah pusat secepatnya merealisasikan Harga Pokok Penjualan (HPP). HPP ini membuat petani semakin bergairah karena sudah ada kepastian terkait harga.

"Petani kedelai banyak yang beralih menanam tanaman lain karena mereka tak mau merugi akibat tidak adanya kepastian harga," tegas politisi asal Partai Demokrat ini.

Komisi B DPRD Jatim juga berupaya untuk mengalokasikan anggaran subsidi untuk membantu kelompok tani kedelai untuk penanaman kedelai, termasuk akses permodalan bagi para perajin tempe dan tahu.

Agus menjelaskan, luas lahan pertanian kedelai di Jatim pada awalnya mencapai 540 ribu hektar (ha), sehingga Jatim tergolong salah satu lumbung kedelai nasional. Namun, akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi petani kedelai menyebabkan mereka beralih menanam tanaman lain.

Dampaknya, lahan pertanian kedelai menyusut menjadi sekitar 200 ribu ha dan produksi kedelai Jatim ikut menurun.

"Daerah sentra petani kedelai di Jatim ada di Kabupaten Jember, Magetan, Malang, Kediri dan Lumajang. Untuk mempertahankannya, pemerintah kabupaten/kota juga harus ikut membantu menjadikan kedelai sebagai skala prioritas tanaman khusus," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
3 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
3 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
4 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
4 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
4 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
4 jam yang lalu
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved