Tercatat 107 minimarket di Bandung ilegal

Rabu, 11 September 2013 - 12:23 WIB
Tercatat 107 minimarket...
Tercatat 107 minimarket di Bandung ilegal
A A A
Sindonews.com - Kepala Bidang Penegak Produk Hukum Daerah Satpol PP, Teddy Wirakusumah menyatakan, sebanyak 107 minimarket di Kota Bandung ilegal. Akan tetapi, diakuinya hingga saat ini satupun belum ada yang disegel.

"Sudah diterima laporan dari Diskoperindag, awalnya kan ada 104 dan sekarang bertambah. Mereka sudah dikasih surat peringatan (SP)," kata Teddy di Bandung (11/9/2013).

Menurutnya pemberian baru SP 1 yang dikeluarkan, dan sebelum teguran meningkat, menunggu batas waktu. "Jeda pemberian SP 7 hari dari 1 ke 2, kalau dari 2 ke 3 jaraknya 3 hari. Artinya bisa disegel sementara dalam waktu dekat, selama 21 hari penyegelannya," kata Teddy.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bandung, Haru Suandharu berpendapat, Bandung sudah tidak membutuhkan minimarket baru lagi. Hal itu berdasarkan data Dinas Koperasi UKM, Industri dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bandung, yang menyatakan jumlah minimarket overload.

"Berdasarkan kajian kuota oleh Diskoperindag, sekarang ada 616, sementara batas minimumnya 200-an. Kajian ini menunjukkan masyarakat tidak begitu membutuhkan minimarket. Tidak perlu bersebelahan, berhadapan, atau sangat berdekatan," kata Haru.

Dia pun meminta agar adanya tindakan untuk minimarket ilegal. Apalagi, diperkirakan mayoritas minimarket merupakan waralaba milik pengusaha yang dominan. "Jangan dibiarkan yang tak berizin karena dari 616 hanya 49 yang milik warga. Artinya ini terwaralaba, dan bukan orang miskin yang punya berarti," kata Haru.

Sementara, Satpol PP diminta untuk menertibkan, Haru pun mengimbau pengusaha tahu diri. "Kalau belum ada izin, harus patuh dong, jangan bikin lagi minimarket," tegasnya.

Dia menyayangkan, sejak Juni 2013 Satpol sudah diminta untuk memperingatkan pengusaha minimarket ilegal. Namunn, karena dinilainya punya izin gangguan ke tetangga (Ho), keterangan domisili, peringatan pun tak ditindaklanjuti.

Diskoperindag pun, ujarnya, telah diminta untuk mengevaluasi skenario agar jumlah minimarket dikurangi. "Penindakan kita anggap lambat perlu diperbaiki oleh Satpol. Dari yang ilegal harus ada yang dapat SP 2, dan 3. Tapi masih berkutat di SP 1," ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jebol Dinding Minimarket...
Jebol Dinding Minimarket di Sukabumi, Pencuri Gasak Berbagai Jenis Rokok
Pembobolan 5 Minimarket...
Pembobolan 5 Minimarket di Jaktim, Polisi: Diduga Pelakunya Sama
Hilangkan Jejak, Pembobol...
Hilangkan Jejak, Pembobol Minimarket di Bekasi Gasak Perangkat CCTV
Bobol Minimarket di...
Bobol Minimarket di Bekasi, Pencuri Ini Cuma Ambil Celana Dalam dan Rokok
2 Perampok Bersenpi...
2 Perampok Bersenpi Gasak Minimarket di Jaktim, Rp55 Juta Melayang
Bobol Minimarket, Maling...
Bobol Minimarket, Maling Bawa Kabur Uang Rp87 Juta
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved