Suku bunga 7,25% terakhir terlihat Mei 2009
Kamis, 12 September 2013 - 16:57 WIB
Suku bunga 7,25% terakhir terlihat Mei 2009
A
A
A
Sindonews.com - Gejolak ekonomi yang melanda Indonesia, membuat lembaga keuangan pemerintah harus memutar otak. Berbagai langkah dilakukan pemerintah agar perekonomian tidak terjerembab dalam resesi, mulai dari peluncuran empat kebijakan stimulus ekonomi sampai dengan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate).
Hari ini, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen. Angka tersebut terakhir terlihat empat tahun lalu.
Sepanjang tahun ini (hingga September), BI tercatat telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali. Pertama, pada 13 Juni 2013, tingkat suku bunga 5,75 persen didongkrak menjadi 6,00 persen. Kemudian, pada 11 Juli 2013, BI kembali menaikkan suku bunga ke posisi 6,50 persen.
Bank Indonesia sempat berusaha menahan suku bunga di angka 6,50 persen pada 15 Agustus 2013. Namun, merosotnya nilai tukar rupiah dan IHSG membuat mereka kembali meningkatkan suku bunga acuan menjadi 7,00 persen, Kamis (29/8/2013).
Indonesia yang terpukul dana arus keluar dalam beberapa bulan terakhir, bimbang di tengah defisit neraca perdagangan dan melambungnya inflasi. Defisit current account Indonesia mencapai 4,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau setara dengan USD9,8 miliar pada kuartal kedua.
Sementara inflasi tahunan naik menjadi 8,79 persen pada Agustus dari 8,61 persen, didukung kenaikan harga pangan dan emas, serta inflasi impor dari rupiah. Nilai tukar rupiah, tercatat sebagai salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia, turun lebih dari 16 persen terhadap dolar sejak awal tahun ini.
Tak heran, jika BI kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 7,25 persen, Kamis (12/10/2013). Posisi suku bunga di atas 7,00 persen terakhir terlihat pada 5 Mei 2009.
BI sendiri sejak 9 Februari 2012, tidak pernah menaikkan tingkat suku bunga. Mereka mempertahankan suku bunga di posisi 5,75 persen dalam 15 bulan hingga Mei 2013. Berdasarkan catatan, suku bunga BI tertinggi sejak 5 Juli 2005, terjadi pada periode 6 Desember 2005 sampai 5 April 2006, yaitu di angka 12,75 persen.

Hari ini, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen. Angka tersebut terakhir terlihat empat tahun lalu.
Sepanjang tahun ini (hingga September), BI tercatat telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali. Pertama, pada 13 Juni 2013, tingkat suku bunga 5,75 persen didongkrak menjadi 6,00 persen. Kemudian, pada 11 Juli 2013, BI kembali menaikkan suku bunga ke posisi 6,50 persen.
Bank Indonesia sempat berusaha menahan suku bunga di angka 6,50 persen pada 15 Agustus 2013. Namun, merosotnya nilai tukar rupiah dan IHSG membuat mereka kembali meningkatkan suku bunga acuan menjadi 7,00 persen, Kamis (29/8/2013).
Indonesia yang terpukul dana arus keluar dalam beberapa bulan terakhir, bimbang di tengah defisit neraca perdagangan dan melambungnya inflasi. Defisit current account Indonesia mencapai 4,4 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau setara dengan USD9,8 miliar pada kuartal kedua.
Sementara inflasi tahunan naik menjadi 8,79 persen pada Agustus dari 8,61 persen, didukung kenaikan harga pangan dan emas, serta inflasi impor dari rupiah. Nilai tukar rupiah, tercatat sebagai salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia, turun lebih dari 16 persen terhadap dolar sejak awal tahun ini.
Tak heran, jika BI kembali menaikkan suku bunga acuan menjadi 7,25 persen, Kamis (12/10/2013). Posisi suku bunga di atas 7,00 persen terakhir terlihat pada 5 Mei 2009.
BI sendiri sejak 9 Februari 2012, tidak pernah menaikkan tingkat suku bunga. Mereka mempertahankan suku bunga di posisi 5,75 persen dalam 15 bulan hingga Mei 2013. Berdasarkan catatan, suku bunga BI tertinggi sejak 5 Juli 2005, terjadi pada periode 6 Desember 2005 sampai 5 April 2006, yaitu di angka 12,75 persen.
(dmd)
Lihat Juga :