Agus Marto akui lebih utamakan stabilitas ekonomi
Jum'at, 13 September 2013 - 11:20 WIB
Agus Marto akui lebih utamakan stabilitas ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengakui saat ini lebih mengutamakan stabilitas ekonomi secara berkepanjangan dibanding melakukan pembangunan.
Karena itu, itu dia mengaku harus menaikkan tingkat suku bunga acuan BI (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen, walaupun hal tersebut akan menghambat pertumbuhan sektor riil.
"Kita lebih sama-sama mengutamakan stabilitas (ekonomi) sebelum kita melakukan pembangunan yang berkesinambungan," ujar Agus di Pasar Blok-G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Selain itu, Agus juga mengaku telah mengkaji dan mempersiapkan dampak dari kenaikan BI Rate terhadap sektor riil. Pihaknya juga melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 harus direvisi menjadi kisaran 5,5 sampai 5,9 persen.
"Kita sudah memperlihatkan dan mengkaji ini dengan baik. Memang secara umum kondisi ekonomi Indonesia akan sedikit lebih rendah (proyeksi) pertumbuhannya," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar kemarin, kembali memutuskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen.
"Bahwa hari ini (kemarin), RDG bulanan menaikkan BI Rate 25 Basis point menjadi 7,25 persen. Lending facility sebesar 25 basis poin, dan deposit facility sebesar 25 basis point," terang Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansya di Gedung BI, Jakarta, kemarin.
Karena itu, itu dia mengaku harus menaikkan tingkat suku bunga acuan BI (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen, walaupun hal tersebut akan menghambat pertumbuhan sektor riil.
"Kita lebih sama-sama mengutamakan stabilitas (ekonomi) sebelum kita melakukan pembangunan yang berkesinambungan," ujar Agus di Pasar Blok-G Tanah Abang, Jakarta, Jumat (13/9/2013).
Selain itu, Agus juga mengaku telah mengkaji dan mempersiapkan dampak dari kenaikan BI Rate terhadap sektor riil. Pihaknya juga melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 harus direvisi menjadi kisaran 5,5 sampai 5,9 persen.
"Kita sudah memperlihatkan dan mengkaji ini dengan baik. Memang secara umum kondisi ekonomi Indonesia akan sedikit lebih rendah (proyeksi) pertumbuhannya," pungkas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar kemarin, kembali memutuskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7,25 persen.
"Bahwa hari ini (kemarin), RDG bulanan menaikkan BI Rate 25 Basis point menjadi 7,25 persen. Lending facility sebesar 25 basis poin, dan deposit facility sebesar 25 basis point," terang Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Ahmad Johansya di Gedung BI, Jakarta, kemarin.
(izz)