Ekonom: Kenaikan BI Rate tidak akan seburuk 2008

Sabtu, 14 September 2013 - 13:40 WIB
Ekonom: Kenaikan BI...
Ekonom: Kenaikan BI Rate tidak akan seburuk 2008
A A A
Sindonews.com - Pengamat Ekonomi Asia Pacific dari Economic dan Analisis Pasar Citi Research, Helmi Arman mengatakan, potensi kelebihan beban atas pengetatan moneter seperti menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) tidak akan terlalu tinggi.

"Pertumbuhan ekonomi memang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan, tapi kami semakin percaya bahwa laju perlambatan dan kontraksi impor menyusul depresiasi rupiah tidak akan seperti yang terjadi pada tahun 2008," ujar Helmi dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Sabtu (14/9/2013).

Menurutnya, inflasi utama mungkin meningkat tetapi dampak terhadap harga bahan bangunan mungkin lebih rendah dibanding 2008, lantaran harga komoditas global yang terkendali.

Di sisi lain, lanjut dia, faktor spesifik mikro yang dapat mengurangi dampak depresiasi rupiah untuk industri impor yang tinggi, seperti profit margin antara perusahaan konstruksi besar telah lebih besar dibanding 2008.

Saat ini, kata Helmi, pengenalan lini produk kendaraan murah buatan Jepang (di bawah program mobil murah pemerintah) juga dapat meredam pukulan terhadap penjualan mobil.

"Dalam konteks memulihkan ketidakseimbangan eksternal, kami pikir ini mendukung pengetatan kebijakan menggunakan beberapa instrumen termasuk kenaikan suku bunga secara bertahap, seperti yang terjadi baru-baru ini," jelasnya.

Helmi menyimpulkan, bila terlalu mengandalkan penyesuaian nilai tukar, justru berpotensi dapat menunda pemulihan pertumbuhan masa depan yang berpotensi menempatkan lebih banyak tekanan pada neraca perusahaan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI-Rate Tetap di Level...
BI-Rate Tetap di Level 6,25 Persen
Breaking News! BI Pangkas...
Breaking News! BI Pangkas Suku Bunga Jadi 6%
Tok! BI Turunkan Suku...
Tok! BI Turunkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,75 Persen
Perry Warjiyo Ungkap...
Perry Warjiyo Ungkap Ada Ruang Penurunan BI Rate di Penutup Tahun 2024
4 Kali Pangkas Suku...
4 Kali Pangkas Suku Bunga Acuan, Gubernur Perry: BI Rate Masih Bisa Turun Lagi
Ekonom: BI Berpeluang...
Ekonom: BI Berpeluang Lanjutkan Pemangkasan BI Rate hingga 5,50% Akhir 2024
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
1 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
9 jam yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
10 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
10 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
10 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved