Penguatan IHSG diprediksi masih terbatas
Selasa, 17 September 2013 - 08:13 WIB
Penguatan IHSG diprediksi masih terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak lebih terbatas lantaran penguatan Dow Jones yang seharusnya mampu menjadi amunisi utama ternyata justru diwarnai lampu kuning karena penguatannya tidak didukung volume perdagangan.
"Saya melihat kenaikan Dow Jones perlu diwaspadai dan bersifat jangka pendek merujuk beberapa hal, seperti kenaikan tersebut hanya didukung volume yang ringan karena hanya berjumlah 5,63 miliar lembar saham atau jauh di bawah rata-rata perdagangan tahun 2013 yang berjumlah 6,25 miliar saham," kata Edwin, Selasa (17/9/2013).
Kondisi ini, lanjut Edwin, terjadi di tengah turunnya data The New York Fed's Empire State general business conditions index bulan September ke level 6,29 dibandingkan level 8,24 di bulan Agustus dan juga di bawah ekspektasi ekonom di level 9,20 serta persoalan deadline debt ceiling beberapa minggu ke depan.
"Merujuk kondisi di atas dan naiknya EIDO:US sebesar 4,25 persen, saya memperkirakan akan ada kenaikan terbatas IHSG dalam perdagangan Selasa dan investor akan kembali fokus atas apa yang akan dihasilkan dari FOMC Meeting Rabu terutama seberapa besar QE tersebut akan dipotong," pungkasnya.
Sebenarnya, lanjut Edwin, DJIA sendiri tengah melanjutkan kedigdayaannya dengan kembali menguat di hari ketiga sebesar 118,72 poin (0,77 persen) ditutup di level 15.494,78.
Penguatan ini di dorong faktor pengunduran diri Mantan Menteri Keuangan AS Lawrence Summers dari pencalonan sebagai kandidat Chairman The Fed.
"Mundurnya Leawrence mengurangi beberapa ketidakpastian di pasar, dimana hal tersebut diartikan memuluskan jalan kandidat lain Fed Vice Chairwoman Janet Yellen menggantikan Bernanke. Janet Yellen dipercaya lebih propasar dan akan melanjutkan kebijakan yang akomodatif yang saat ini sedang dilaksanakan," tutupnya.
"Saya melihat kenaikan Dow Jones perlu diwaspadai dan bersifat jangka pendek merujuk beberapa hal, seperti kenaikan tersebut hanya didukung volume yang ringan karena hanya berjumlah 5,63 miliar lembar saham atau jauh di bawah rata-rata perdagangan tahun 2013 yang berjumlah 6,25 miliar saham," kata Edwin, Selasa (17/9/2013).
Kondisi ini, lanjut Edwin, terjadi di tengah turunnya data The New York Fed's Empire State general business conditions index bulan September ke level 6,29 dibandingkan level 8,24 di bulan Agustus dan juga di bawah ekspektasi ekonom di level 9,20 serta persoalan deadline debt ceiling beberapa minggu ke depan.
"Merujuk kondisi di atas dan naiknya EIDO:US sebesar 4,25 persen, saya memperkirakan akan ada kenaikan terbatas IHSG dalam perdagangan Selasa dan investor akan kembali fokus atas apa yang akan dihasilkan dari FOMC Meeting Rabu terutama seberapa besar QE tersebut akan dipotong," pungkasnya.
Sebenarnya, lanjut Edwin, DJIA sendiri tengah melanjutkan kedigdayaannya dengan kembali menguat di hari ketiga sebesar 118,72 poin (0,77 persen) ditutup di level 15.494,78.
Penguatan ini di dorong faktor pengunduran diri Mantan Menteri Keuangan AS Lawrence Summers dari pencalonan sebagai kandidat Chairman The Fed.
"Mundurnya Leawrence mengurangi beberapa ketidakpastian di pasar, dimana hal tersebut diartikan memuluskan jalan kandidat lain Fed Vice Chairwoman Janet Yellen menggantikan Bernanke. Janet Yellen dipercaya lebih propasar dan akan melanjutkan kebijakan yang akomodatif yang saat ini sedang dilaksanakan," tutupnya.
(rna)
Lihat Juga :