Posisi rupiah diperkirakan makin volatile
Rabu, 18 September 2013 - 08:33 WIB
Posisi rupiah diperkirakan makin volatile
A
A
A
Sindonews.com - Meski laju mata uang dolar Amerika Serikat (USD) sedang mengalami pelemahan terhadap euro seiring ekspektasi rilis investor confidence Jerman membaik, namun status rupiah justru tetap negatif.
"Laju rupiah melewati target support Rp11.448/USD. Dengan rentang lajunya berada pada kisaran Rp11.412-11.477/USD (kurs tengah BI)," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (18/9/2013).
Tingkat volatilitas laju rupiah di pasar antar bank global, kata Reza menunjukkan kenaikan sehingga mengindikasikan posisi rupiah semakin tidak stabil alias volatile. Apalagi imbal hasil (yield) obligasi Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan kenaikan, sehingga memberikan sentimen negatif.
Dia memprediksi, sentimen sidang FOMC melemahkan mata uang emerging market, dimana laju USD terlihat lebih tinggi. "Pelemahan ini tidak hanya terasa bagi rupiah, namun juga berimbas pada mata uang emerging market lainnya," tutup dia.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg menguat ke level Rp11.182/USD. Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI kemarin di level Rp11.451/USD, melemah 28 poin dibanding Senin (16/9/2013) di level Rp11.423/USD.
"Laju rupiah melewati target support Rp11.448/USD. Dengan rentang lajunya berada pada kisaran Rp11.412-11.477/USD (kurs tengah BI)," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (18/9/2013).
Tingkat volatilitas laju rupiah di pasar antar bank global, kata Reza menunjukkan kenaikan sehingga mengindikasikan posisi rupiah semakin tidak stabil alias volatile. Apalagi imbal hasil (yield) obligasi Surat Utang Negara (SUN) menunjukkan kenaikan, sehingga memberikan sentimen negatif.
Dia memprediksi, sentimen sidang FOMC melemahkan mata uang emerging market, dimana laju USD terlihat lebih tinggi. "Pelemahan ini tidak hanya terasa bagi rupiah, namun juga berimbas pada mata uang emerging market lainnya," tutup dia.
Kemarin, posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg menguat ke level Rp11.182/USD. Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI kemarin di level Rp11.451/USD, melemah 28 poin dibanding Senin (16/9/2013) di level Rp11.423/USD.
(rna)