Gubernur Jabar minta pedagang ayam tidak mogok

Rabu, 18 September 2013 - 21:39 WIB
Gubernur Jabar minta...
Gubernur Jabar minta pedagang ayam tidak mogok
A A A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher), meminta para pedagang daging ayam tidak mogok untuk menyuarakan aspirasinya. Karena masih ada cara lain yang ditempuh ketimbang mengedepankan mogok berjualan.

Menurut dia, mahalnya harga daging ayam bukan hanya terjadi di Jabar, melainkan di seluruh Indonesia. Solusi pun harus dicari bersama agar semua pihak tidak rugi.

"Kalau ada hal-hal yang menghambat usaha mereka, tentu langkahnya tidak ujug-ujug demo. Tapi mari kita musyawarahkan bersama," ujarnya di Bandung, Rabu (18/9/2013).

Jika pedagang daging ayam mogok, kata dia, maka yang rugi bukan hanya pedagang. "Kalau pedagang demo, masyarakat sulit cari daging ayam, pedagang juga tidak ada penghasilan kan. Yang rugi lebih banyak," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya berharap pedagang daging ayam mengurungkan niatnya untuk mogok berjualan. "Mari kita lakukan tindakan yang kita harapkan ada perbaikan ke depan, bukan melakukan tindakan emosional yang merugikan banyak orang," kata Aher.

Rencana mogok berjualan daging ayam dikemukakan Kepala Divisi Perunggasan Pesat Jawa Barat, Yoyo Sutarnya. Awalnya pedagang daging ayam se-Bandung Raya akan mogok jualan pada Senin (16/9/2013).

Dalam sebulan terakhir, kenaikan harga daging ayam dinilai sudah kelewatan. Untuk satu kilogram (kg) daging ayam pada pekan lalu mencapai Rp40 ribu per kg. Namun, pada Senin pekan ini harga daging ayam turun hingga dijual dengan kisaran Rp32 ribu sampai Rp24 ribu per kg.

Tapi jika harga kembali naik, pedagang ayam mengancam akan mogok berjualan sebagai bentuk protes. Di kawasan Bandung Raya, tercatat ada sekitar 5 ribu pedagang daging ayam. Setengah dari mereka bahkan sudah gulung tikar alias tidak berjualan karena omzet mereka menurun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
33 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved