Terimbas Wall Street, IHSG diprediksi rebound
Kamis, 19 September 2013 - 08:12 WIB
Terimbas Wall Street, IHSG diprediksi rebound
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menerangkan, merujuk kenaikan tajam indeks Dow Jones sebesar 0,95 persen dan EIDO:US 9,46 persen, maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan ikut menguat tajam berada pada rentang 4.415-4.529.
"Hanya ada satu kata untuk perdagangan Bursa Indonesia Kamis ini, hajar kanan bleh karena saya memperkirakan IHSG akan menguat dan saya kembali optimis bahwa IHSG berpotensi ditutup dilevel 4.800 paling sedikit di akhir tahun 2013," kata Edwin, Kamis (19/9/2013).
Dirinya memaparkan, Dow naik tajam sebesar 147,21 poin (0,95 persen) ditutup di level 15.676,94 diikuti turunnya The Vix sebesar 6,47 persen ditutup di level 13,59 dalam perdagangan Rabu setelah secara tidak terduga hasil dari FOMC Meeting The Fed menunda pemotongan paket stimulus alias QE USD85 miliar/bulan.
"Padahal market berekspektasi The Fed akan melakukan pemotongan sebesar USD10-D15 miliar/bulan," kata dia.
Bukan hanya Wall Street yang menari kegirangan atas penundaan pemotongan paket stimulus, pasar komoditas pun menyambutnya secara bersuka cita dimana hal tersebut terlihat dari kenaikan tajam harga beberapa komoditas, seperti emas naik tajam sebesar 4,14 persen ditutup di level USD1.363,6 sementara Nymex Oil juga naik 2,52 persen ditutup di level USD108,08.
Akan tetapi, sambung dia, di lain pihak The Fed juga men-downgrade outlook ekonomi AS, dimana GDP tahun 2013 diturunkan menjadi 2-2,3 persen dari sebelumnya 2,3-2,6 persen serta menurunkan outlook GDP AS tahun 2014 menjadi 2,9-3,1 persen dari sebelumnya 3,0-3,5 persen di tengah data housing starts bulan Agustus yang naik dibawah ekspektasi yakni sebesar 0,9 persen menjadi sebesar 891 ribu unit, dibawah konsensus ekonom sebesar 917 ribu unit.
"Hanya ada satu kata untuk perdagangan Bursa Indonesia Kamis ini, hajar kanan bleh karena saya memperkirakan IHSG akan menguat dan saya kembali optimis bahwa IHSG berpotensi ditutup dilevel 4.800 paling sedikit di akhir tahun 2013," kata Edwin, Kamis (19/9/2013).
Dirinya memaparkan, Dow naik tajam sebesar 147,21 poin (0,95 persen) ditutup di level 15.676,94 diikuti turunnya The Vix sebesar 6,47 persen ditutup di level 13,59 dalam perdagangan Rabu setelah secara tidak terduga hasil dari FOMC Meeting The Fed menunda pemotongan paket stimulus alias QE USD85 miliar/bulan.
"Padahal market berekspektasi The Fed akan melakukan pemotongan sebesar USD10-D15 miliar/bulan," kata dia.
Bukan hanya Wall Street yang menari kegirangan atas penundaan pemotongan paket stimulus, pasar komoditas pun menyambutnya secara bersuka cita dimana hal tersebut terlihat dari kenaikan tajam harga beberapa komoditas, seperti emas naik tajam sebesar 4,14 persen ditutup di level USD1.363,6 sementara Nymex Oil juga naik 2,52 persen ditutup di level USD108,08.
Akan tetapi, sambung dia, di lain pihak The Fed juga men-downgrade outlook ekonomi AS, dimana GDP tahun 2013 diturunkan menjadi 2-2,3 persen dari sebelumnya 2,3-2,6 persen serta menurunkan outlook GDP AS tahun 2014 menjadi 2,9-3,1 persen dari sebelumnya 3,0-3,5 persen di tengah data housing starts bulan Agustus yang naik dibawah ekspektasi yakni sebesar 0,9 persen menjadi sebesar 891 ribu unit, dibawah konsensus ekonom sebesar 917 ribu unit.
(rna)
Lihat Juga :