IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.567-4.782
Jum'at, 20 September 2013 - 08:14 WIB
IHSG diprediksi bergerak di kisaran 4.567-4.782
A
A
A
Sindonews.com - Merujuk jatuhnya Dow Jones 0,26 persen dan EIDO:US 0,65 persen serta perlu diingat Bank Indonesia sedang menjalankan program perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan pertumbuhan emiten-emiten juga turut melambat yang tercermin pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akan ikut melambat.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, potensi pelemahan tersebut terjadi di tengah laju IHSG yang secara teknikal justru harusnya menguat.
"Rentang IHSG pada 4.567-4.782, dengan pola white opening marubozu terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal," kata Edwin, Jumat (20/9/2013).
Dengan adanya program perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Edwin, artinya earnings emiten ke depannya juga berpotensi melambat.
"Sehingga menurut hemat saya, lebih bijak untuk melakukan profit taking jika sudah mendapatkan acuan alias untung atas suatu saham," tegas Edwin.
Dari luar negeri, euphoria tidak jadinya pemotongan paket stimulus The Fed berlangsung hanya satu hari karena investor di Wall Street kembali berfikir rasional bahwa tidak jadinya pemotongan tersebut lebih karena The Fed merasa perbaikan ekonomi tidak berjalan semestinya alias lebih lambat dari perkiraan awal walaupun telah didukung paket stimulus selama lima tahun.
Lambatnya pertumbuhan itu tercermin dari diturunkannya prospek GDP AS tahun 2013 dan 2014 serta akan kembali dibuktikan dengan rilis laporan keuangan Q3/2013 yang akan mulai diumumkan di bulan Oktober.
Kejatuhan Dow Jones dalam perdagangan Kamis sebesar 40,39 poin (0,26 persen) ditutup di level 15.636,55 diiringi kejatuhan The Vix 3,16 persen ditutup di level 13,16 juga disebabkan kembali naiknya weekly jobless claims sebesar 15 ribu unit menjadi 309 ribu di tengah tumbuhnya existing home sales bulan Agustus sebesar 1,7 persen menjadi berjumlah 5,48 juta (level tertinggi 6-1/2 thn terakhir dan diatas konsensus ekonom 5,25 juta unit).
Kemudian, business activity di area mid-Atlantic tumbuh ke level 22,3 di bulan September (tertinggi 2-1/2 tahun terakhir dan di atas konsensus ekonom di level 10,0) dan leading indicator bulan Agustus tumbuh lebih tinggi dari perkiraan awal.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, potensi pelemahan tersebut terjadi di tengah laju IHSG yang secara teknikal justru harusnya menguat.
"Rentang IHSG pada 4.567-4.782, dengan pola white opening marubozu terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal," kata Edwin, Jumat (20/9/2013).
Dengan adanya program perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Edwin, artinya earnings emiten ke depannya juga berpotensi melambat.
"Sehingga menurut hemat saya, lebih bijak untuk melakukan profit taking jika sudah mendapatkan acuan alias untung atas suatu saham," tegas Edwin.
Dari luar negeri, euphoria tidak jadinya pemotongan paket stimulus The Fed berlangsung hanya satu hari karena investor di Wall Street kembali berfikir rasional bahwa tidak jadinya pemotongan tersebut lebih karena The Fed merasa perbaikan ekonomi tidak berjalan semestinya alias lebih lambat dari perkiraan awal walaupun telah didukung paket stimulus selama lima tahun.
Lambatnya pertumbuhan itu tercermin dari diturunkannya prospek GDP AS tahun 2013 dan 2014 serta akan kembali dibuktikan dengan rilis laporan keuangan Q3/2013 yang akan mulai diumumkan di bulan Oktober.
Kejatuhan Dow Jones dalam perdagangan Kamis sebesar 40,39 poin (0,26 persen) ditutup di level 15.636,55 diiringi kejatuhan The Vix 3,16 persen ditutup di level 13,16 juga disebabkan kembali naiknya weekly jobless claims sebesar 15 ribu unit menjadi 309 ribu di tengah tumbuhnya existing home sales bulan Agustus sebesar 1,7 persen menjadi berjumlah 5,48 juta (level tertinggi 6-1/2 thn terakhir dan diatas konsensus ekonom 5,25 juta unit).
Kemudian, business activity di area mid-Atlantic tumbuh ke level 22,3 di bulan September (tertinggi 2-1/2 tahun terakhir dan di atas konsensus ekonom di level 10,0) dan leading indicator bulan Agustus tumbuh lebih tinggi dari perkiraan awal.
(rna)
Lihat Juga :