Gita minta perajin tahu tempe jangan banyak ngomel

Jum'at, 20 September 2013 - 12:08 WIB
Gita minta perajin tahu...
Gita minta perajin tahu tempe jangan banyak ngomel
A A A
Sindonews.com - Untuk menurunkan harga kedelai, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan meminta para perajin tahu dan tempe agar tidak banyak mengomel dan protes, serta bisa menenangkan diri masing-masing.

Pasalnya, apabila para perajin tahu tempe tidak menemukan kestabilan dan cenderung protes akan segala hal terkait harga kedelai, maka dikhawatirkan rupiah akan kembali bergejolak dan akan kembali membuat harga kedelai yang mayoritas impor dari Amerika Serikat kembali meroket.

"Untuk rekan perajin, saya ingin berpesan agar tidak mengomel dan jangan terlalu berisik. Karena semakin berisik itu rupiah semakin bergejolak lagi dan impor kedelai makin mahal," ujar Gita di sentra perajin tahu Utan Kayu, Jakarta, Jumat (20/9/2013).

Oleh karena itu, selama pemerintah menyiapkan stok kedelai, Gita berpesan agar para pengrajin menjaga ketentraman dan tetap tenang.

"Kami akan pastikan pasokan itu ada. Dan untuk bulan September pasti ada, Oktober ada, dan seterusnya juga ada. Tinggal kita berdoa dan berharap nilai tukar bisa stabil lagi ke depannya," pungkas Gita.

Sebelumnya diberitakan, ketersediaan kedelai di pasar terutama untuk memenuhi kebutuhan industri perajin tahu dan tempe perlu terus dijaga. Kekurangan pasokan atas komoditas ini akan menganggu stabilitas harga.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bertugas menjaga stabilitas harga melalui keseimbangan antara suplai dan kebutuhan (supply-demand), agar harga kedelai berada di tingkat yang wajar dan terjangkau.

"Tantangannya adalah, bahwa produksi nasional kedelai per tahunnya hanya sekitar 700-850 ribu ton. Kebutuhan/konsumsi nasional terhadap komoditas ini mencapai 2,5 juta ton per tahun, sehingga sampai dengan saat ini kekurangannya masih harus dipasok dari impor," ujar Gita.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
34 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
54 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved