Pemerintah kalah cepat amankan komoditas pangan

Senin, 23 September 2013 - 17:13 WIB
Pemerintah kalah cepat...
Pemerintah kalah cepat amankan komoditas pangan
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengkaji lebih dalam terkait sistem perdagangan komoditas dunia, agar terhindar dari permainan kartel pangan.

Terkait hal tersebut, Kadin memperkirakan lima tahun ke depan persoalan pangan strategis nasional masih akan bermasalah, utamanya terhadap enam komoditas yang masalahnya bergantian setiap tahun, seperti kedelai, jagung, gula rafinasi/gula komsumsi, ayam, daging sapi, beras.

"Kami berharap pemerintah tidak mengambil kebijakan yang mendadak dan spekulatif, karena para kartel saja sudah memesan komoditas sejak jauh-jauh hari," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Bulog, Natsir Mansyur dalam rilisnya, Senin (23/9/2013).

Pihaknya menyayangkan langkah pemerintah yang seringkali mengambil tindakan mendadak dengan tiba-tiba operasi pasar, melakukan kunjungan ke pasar, hingga melakukan sosialisasi turunkan harga pangan. "Itu sering dilakukan, namun harga turunnya juga lambat dan akan naik lagi," ujarnya.

Menurutnya, permasalahan seperti itu karena pemerintah tidak mengikuti sistem perdagangan pangan dunia. Ketika mendesak harus impor suatu komoditas yang jelas-jelas kurang, pemerintah baru mengeluarkan kebijakan impor.

"Artinya, Kemendag ketinggalan irama. Negara lain dalam jangka waktu enam bulan sebelumnya sudah mengeluarkan kebijakan impor pangan, karena dalam perdagangan pangan internasional paling tidak 6-12 bulan pangannya sudah dipesan oleh pengusaha kartel dunia. Kemudian dibeli lagi oleh pelaku kartel Indonesia," terang Natsir.

Kemendag, kata dia, perlu lebih proaktif cepat mengeluarkan kebijakan. Sehingga tidak terlambat dan membiarkan pelaku kartel mengendalikan harga pangan strategis yang dibutuhkan.

"Jangan nanti ketika perlu, baru cepat-cepat mengeluarkan kebijakan. Kalau seperti itu pengusaha kelabakan pesan pangan, di lain pihak pemain kartel Indonesia sudah memesan 6-12 bulan lalu, jadi harga tetap tinggi," jelasnya.

Pihaknya meminta kepada pemerintah agar mempunyai perencanaan impor pangan jangka panjang, sehingga kebijakan yang dikeluarkan tidak mendadak dan tidak spekulatif. Karena jika dibiarkan Indonesia akan selalu kalah dalam perdagangan pangan nasional.

"Politik pangan Indonesia perlu lebih fokus ditangani, karena kita memahami bahwa industri pangan punya ketergantungan terhadap alam. lima tahun ke depan pangan Indonesia masih bermasalah dan swasembada sulit tercapai," katanya.

Sehingga, lanjut dia, diperlukan manajemen produksi-distribusi-perdagangan yang matang dan mempunyai perencanaan yang baik agar tidak spekulatif.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved