IHSG diperkirakan kembali lanjutkan pelemahan

Selasa, 24 September 2013 - 08:26 WIB
IHSG diperkirakan kembali...
IHSG diperkirakan kembali lanjutkan pelemahan
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela menahan diri untuk melakukan penguatan setelah secara bertubi-tubi dihantam sentimen negatif. Apalagi, diperparah dengan laju nilai tukar rupiah yang masih merah.

"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.495-4.520 dan resistance 4.575-4.585. Potensi pelemahan lanjutan dapat saja terjadi. Apalagi masih ada utang gap 4.505-4.512 yang belum tertutup. Kecuali jika laju bursa saham global dapat berbalik arah menguat, maka IHSG pun dapat terimbas kenaikannya," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Selasa (24/9/2013).

Menilik perdagangan sebelumnya, pergerakan IHSG masih memperpanjang laju negatifnya, dimana pelaku pasar masih banyak melakukan aksi ambil untung. Di sisi lain, kembalinya asing mencatatkan nett buy jelang akhir sesi 2 dirasa kurang mampu mengangkat IHSG dari zona merahnya.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.562,86 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.512,21 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.562,86.

Volume perdagangan naik dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy tipis dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

"Meski sempat bergerak di bawah target support kami (4.554-4.579), namun akhirnya IHSG dapat kembali masuk dalam kisaran target tersebut," kata Reza.

Laju bursa saham Asia awalnya bergerak positif setelah di awal pekan ini dirilis kenaikan HSBC Manufacturing PMI China dari 50,1 menjadi 51,2.

Tetapi, jelang akhir sesi kondisi mulai variatif dimana beberapa diantaranya mulai melemah antara lain Sensex pasca sentimen kenaikan suku bunga acuannya menjadi 7,5 persen; HSI setelah terimbas bencana badai, sehingga perdagangan diberhentikan sesaat; ASX dan lainnya setelah terimbas pernyataan salah satu petinggi The Fed bahwa pengurangan stimulus kemungkinan akan diberlakukan pada Oktober setelah tertunda kemarin.

Laju bursa saham Eropa ikut terimbas variatifnya pasar saham Asia. Di sisi lain, rilis quick account sementara atas kemenangan Angela Merkel sebagai PM Jerman untuk periode berikutnya sempat direspon positif, namun seiring berjalannya perdagangan kembali melemah setelah beredar spekulasi akan adanya kesulitan bagi Merkel bila terpilih nanti untuk membentuk pemerintahan koalisi. Selain itu, pelemahan juga dipicu penurunan manufacturing PMI Jerman, Perancis dan zona Eropa.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
IHSG Bertahan Menghijau,...
IHSG Bertahan Menghijau, Melesat 48 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
6 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
6 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
6 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
7 jam yang lalu
MNC Insurance Sabet...
MNC Insurance Sabet Penghargaan Anugerah Asuransi Indonesia 2026
7 jam yang lalu
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
7 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved