Harga minyak WTI terendah dalam enam pekan
Selasa, 24 September 2013 - 16:44 WIB
Harga minyak WTI terendah dalam enam pekan
A
A
A
Sindonews.com - Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati harga terendah dalam lebih dari enam pekan, di tengah kenaikan output dan spekulasi resolusi PBB yang akan meringankan ancaman serangan militer AS di Suriah.
Futures turun sebanyak 0,5 persen setelah penutupan kemarin, di level terendah sejak 8 Agustus usai Dewan Keamanan bekerja ke arah kesepakatan untuk melucuti senjata kimia Suriah. Produksi di Texas pada Juni tertinggi dalam 32 tahun. Sementara pasokan minyak di Nigeria pulih setelah pipa disabotase oleh aksi vandalisme dan pencurian.
"Hari ini adalah penjualan besar-besaran dan sepertinya pasar minyak pekan ini berada di bawah tekanan," kata Myrto Sokou, analis Sucden Financial Ltd, broker komoditas berbasis di London, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (24/9/2013).
WTI untuk pengiriman November turun sebanyak 54 sen menjadi USD103,05 per barel dan berada di USD103,13 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, pukul 10.08 waktu London.
Kontrak jatuh untuk hari ketiga tergelincir USD1,16 menjadi USD103,59 per barel, kemarin. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah 59 persen kurang dari rata-rata 100 hari. Harga telah naik 7 persen pada kuartal ini, terbesar dalam satu tahun, dan naik 12,5 persen pada 2013 .
Futures turun sebanyak 0,5 persen setelah penutupan kemarin, di level terendah sejak 8 Agustus usai Dewan Keamanan bekerja ke arah kesepakatan untuk melucuti senjata kimia Suriah. Produksi di Texas pada Juni tertinggi dalam 32 tahun. Sementara pasokan minyak di Nigeria pulih setelah pipa disabotase oleh aksi vandalisme dan pencurian.
"Hari ini adalah penjualan besar-besaran dan sepertinya pasar minyak pekan ini berada di bawah tekanan," kata Myrto Sokou, analis Sucden Financial Ltd, broker komoditas berbasis di London, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (24/9/2013).
WTI untuk pengiriman November turun sebanyak 54 sen menjadi USD103,05 per barel dan berada di USD103,13 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, pukul 10.08 waktu London.
Kontrak jatuh untuk hari ketiga tergelincir USD1,16 menjadi USD103,59 per barel, kemarin. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah 59 persen kurang dari rata-rata 100 hari. Harga telah naik 7 persen pada kuartal ini, terbesar dalam satu tahun, dan naik 12,5 persen pada 2013 .
(dmd)
Lihat Juga :