Mansek: Peluang investasi di Indonesia masih terbuka
Kamis, 26 September 2013 - 13:43 WIB
Mansek: Peluang investasi di Indonesia masih terbuka
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas (Mansek), Abiprayadi Riyanto menilai peluang investasi di Indonesia masih terbuka sangat besar dan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, baik oleh pemerintah, pelaku bisnis, maupun investor. Hal ini lantaran Indonesia didukung oleh permintaan domestik (domestic demand) yang cukup kuat.
"Selama ini orang masih menilai Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang turun padahal GDP kita sudah 5,8 persen yang ditentukan pemerintah. Ini masih bagus dan positif karena masih di angka 5 persen. Artinya GDP turun tidak drastis, dan di sini domestic demand memberi peluang besar," kata Abi di Restoran Harum Manis, Jakarta, Kamis (26/9/2013).
Besarnya domestic demand di Indonesia, lanjut Abi, bisa terlihat dari bagaimana program pemerintah untuk meluncurkan mobil murah mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Menurut Abi, fenomena tersebut membuktikan bagaimana pasar domestik berperan besar di dalam GDP Indonesia.
Hal itulah, kata Abi, kenapa Indonesia dianggap sebagai sasaran investasi yang cukup potensial terutama bagi investor internasional.
"Investor itu melihatnya jangka panjang dan besar tidak hanya letupan-letupan kecil saja. Itu pasti akan terjadi di pasar, tapi nyatanya tidak berdampak signifikan. Yang penting, kunci dari kesuksesan investasi di Indonesia adalah kerja sama semua pihak, yakni pemerintah, pelaku bisnis, dan investor. Mengingat peluang investasi di Indonesia sangat besar sebagai negara berkembang," tutupnya.
"Selama ini orang masih menilai Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang turun padahal GDP kita sudah 5,8 persen yang ditentukan pemerintah. Ini masih bagus dan positif karena masih di angka 5 persen. Artinya GDP turun tidak drastis, dan di sini domestic demand memberi peluang besar," kata Abi di Restoran Harum Manis, Jakarta, Kamis (26/9/2013).
Besarnya domestic demand di Indonesia, lanjut Abi, bisa terlihat dari bagaimana program pemerintah untuk meluncurkan mobil murah mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Menurut Abi, fenomena tersebut membuktikan bagaimana pasar domestik berperan besar di dalam GDP Indonesia.
Hal itulah, kata Abi, kenapa Indonesia dianggap sebagai sasaran investasi yang cukup potensial terutama bagi investor internasional.
"Investor itu melihatnya jangka panjang dan besar tidak hanya letupan-letupan kecil saja. Itu pasti akan terjadi di pasar, tapi nyatanya tidak berdampak signifikan. Yang penting, kunci dari kesuksesan investasi di Indonesia adalah kerja sama semua pihak, yakni pemerintah, pelaku bisnis, dan investor. Mengingat peluang investasi di Indonesia sangat besar sebagai negara berkembang," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :