Tertinggi sepanjang tahun, Jabar deflasi 0,71%

Selasa, 01 Oktober 2013 - 18:10 WIB
Tertinggi sepanjang...
Tertinggi sepanjang tahun, Jabar deflasi 0,71%
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat (Jabar) mencatat angka deflasi 0,71 persen pada September 2013. Angka inflasi tersebut diklaim terendah sepanjang tahun ini, setelah turunnya tujuh kelompok harga di masyarakat.

Angka deflasi Jabar pada September tercatat paling tinggi selama satu tahun terakhir (September 2012-September 2013). Kondisi ini berbanding terbalik dengan tingginya inflasi pada Juni hingga Agustus. Angka deflasi pada September mengalahkan angka deflasi pada April 2013 sebesar 0,13 persen.

"Deflasi disebabkan turunnya harga beberapa komponen dari tujuh kelompok pengeluaran selama satu bulan terakhir. Penurunan terbesar berasal dari kelompok bahan makanan 3,63 persen," jelas Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Jabar, Dody Gunawan Yusuf di Bandung, Selasa (1/10/2013).

Sampai September 2013, angka inflasi year to date di Jabar pada 2013 mencapai 8,89 persen dengan inflasi year on year selama dua belas bulan terakhir yaitu 9,24 persen.

Menurutnya, beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga dan memberi andil deflasi signifikan yaitu bawang merah, cabai merah, cabai rawit, jeruk, daging ayam ras, petai, daging sapi, telur ayam ras, dan lainnya. Komoditas yang tercatat turun signifikan yaitu bawang merah dengan andil deflasi hingga 0,60 persen.

Selain kelompok bahan makanan, kelompok yang memberi andil terhadap deflasi yaitu transportasi, komunikasi & jasa keuangan sebesar 0,60 persen.

Sedangkan kelompok lainnya tercatat mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan temabakau 0,57 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,93 persen, kelompok sandang 2,03 persen, kelompok kesehatan 0,0,39 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,27 persen.

"Dari tujuh kota yang dipantu BPS, enam kota mengalami deflasi. Yaitu Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Tasikmalaya, dan Kota Cirebon. Hanya kota Sukabumi yang tercatat inflasi 0,04 persen," ujar Dody.

Namun, masuknya Hari Raya Idul Adha pada pertengahan bulan ini, diperkirakan akan mendongkrak inflasi di Jabar. Sejumlah komoditas makanan seperti sayur, daging, dan lainnya di prediksi naik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
20 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved