Pemahat batu di Sumba kesulitan pasarkan hasil karya

Rabu, 02 Oktober 2013 - 10:36 WIB
Pemahat batu di Sumba...
Pemahat batu di Sumba kesulitan pasarkan hasil karya
A A A
Sindonews.com - Pemahat batu cadas untuk bahan baku kuburan tradisional Sumba dan aneka aksesoris khas Sumba hanya tinggal segelintir saja. Namun sayangnya, hasil karya mereka yang miliki nilai seni tinggi dan penuh makna budaya itu, terbentur dengan sulitnya mereka untuk memasarkan hasil karyanya.

Hal itu nampak dari pengakuan Jeferson Tamu Ama, seorang pemuda pemahat batu yang ditemui di kediaman kerabatnya di kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, Rabu (2/10/2013).

“Ada ratusan hasil kerja saya, mulai dari ukuran kecil sampai yang tingginya hampir lima meter. Saya terus berusaha bertahan di pekerjaan ini, namun saya juga perlu uang untuk beli alat dan kebutuhan hidup saya. Tapi mau gimana, sampai saat ini saya masih sangat kesulitan memasarkannnya,” urai Jeferson.

Untuk membantu mencukupi kebutuhannya, Jeferson mengaku menyiasatinya dengan kerja kebun dan sawah di sekitar kediamannya di Desa Tana Rara, Kecamatan Matawai Lapawu itu.

”Saya kerja kebun kecil– kecilan walau sebenarnya waktu, tenaga serta pikiran, lebih banyak saya berikan untuk pahat dan ukir batu,” ungkapnya.

Upayanya untuk memilih dan bertahan menjadi pemahat dan pengukir batu cadas itu, selain karena mencintai seni juga merasa terpanggil untuk turut dan terus melestarikan tradisi Sumba.

”Memang ada bantuan dari pemerintah melalui dinas Koperasi. Namun itu untuk modal beli alat saja, dan itu harus dicicil pengembaliannya. Kalau hasil kerja saya tak bisa dijual saya mau cicil gimana? Hal yang sama juga terjadi pada mereka yang bekerja seperti saya ini,” timpalnya.

Adapun aneka hasil pahatan Ama dijual dengan harga berkisar Rp2,5 juta hingga Rp20 juta rupiah itu memang merupakan hasil seni khas Sumba yng biasa disebut Penji. Yakni batu berukir yang biasanya disandingkan di sisi batu kubur megalithum khas Sumba.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Warnai Pasar Kaos dan...
Warnai Pasar Kaos dan Totebag Anak Muda, Katote Hadir dengan Desain Unik Sarat Makna
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Industri Kreatif Gusar...
Industri Kreatif Gusar Gara-gara RPP Kesehatan
Misi Flux Creative Universe...
Misi Flux Creative Universe Membangun Avengers di Industri Kreatif
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved