TDL naik, ratusan perajin dompet di Jombang menjerit

Senin, 07 Oktober 2013 - 10:30 WIB
TDL naik, ratusan perajin...
TDL naik, ratusan perajin dompet di Jombang menjerit
A A A
Sindonews.com - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) langsung dikeluhkan para perajin di sentra kerajinan dompet di Desa Rejo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Mereka menjerit lantaran selain TDL, juga masih dipusingkan dengan naiknya harga bahan baku akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Srrikat (USD) beberapa waktu lalu.

Untuk mensiasatinya, para perajin yang biasanya menggunakan listrik untuk pengepresan logo dompet, kini terpaksa ganti menggunakan kompor dan gas elpiji sebagai pemanasnya.

Di desa ini, lebih dari 200 warganya berprofesi sebagai perajin dompet dengan masing-masing memiliki karyawan belasan hingga puluhan orang. Para perajin mengeluh kenaikan tarif dasar listrik yang mulai berlaku sejak 1 oktober, karena akan mengurangi keuntungan mereka.

Kondisi ini tentu saja membuat para perajin dompet semakin tercekik. Sebab untuk menaikkan harga dompet hasil produksinya saat ini dianggap masih belum memungkinkan karena persaingan yang ada sangat ketat.

Jika harga dinaikkan, para perajin khawatir pelanggan akan beralih ke produsen dari daerah lain. Untuk mensiasatinya, sejumlah perajin yang biasanya menggunakan listrik, kini ganti menggunakan kompor dan gas elipiji untuk memanaskan dan mengepres logo dompet.

"Tentunya kami sangat terpukul dengan kenaikan tarif dasar listrik sekarang ini," kata Warsito, perajin dompet di daerah tersebut, Senin (7/10/2013)

Sebelumnya, dengan beban listrik 5000 watt, Warsito harus membayar tagihan sekitar Rp500 ribu per bulan. Sehingga meski belum mengetahui berapa jumlah tagihan bulan depan, namun menurutnya kenaikan TDL bulan ini jelas akan membuat tagihan listrik semakin membengkak dan mengurangi margin keuntungan yang biasa dia dapatkan.

Warsito menambahkan, dengan dibantu 40 orang karyawannya, dia bisa memproduksi sekitar 10 ribu buah dompet per hari. Harga dompet buatan Warsito bervariasi, mulai dari yang termurah seharga Rp10 ribu sampai yang termahal Rp300 ribu.

Seluruh hasil produksinya tersebut dipasarkan oleh Warsito ke seluruh daerah di Pulau Jawa dan sebagian diekspor melalui pihak ketiga ke Malaysia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
27 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved