Bandara Ngurah Rai siap memanfaatkan energi surya

Selasa, 08 Oktober 2013 - 17:35 WIB
Bandara Ngurah Rai siap...
Bandara Ngurah Rai siap memanfaatkan energi surya
A A A
Sindonews.com – PT Angkasa Pura I (Persero) akan mulai mengembangkan pemanfaatan energi surya di bandara-bandara yang dikelolanya, dengan tujuan demi mewujudkan bandara yang ramah lingkungan (eco-airport). Pada tahap awal, proyek pemanfaatan energi surya tersebut akan dimulai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Angkasa Pura I melalui anak perusahaannya yaitu PT Angkasa Pura Supports, menggandeng Sintesa Group-SunEdison. Penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Angkasa Pura I, Sintesa Group, dan SunEdison. Acara ini juga turut diprakarsai oleh US Commercial Service.

“Bagi Angkasa Pura I, mewujudkan bandara yang ramah lingkungan adalah hal yang penting. Kerjasama ini adalah awal yang baik dan sebuah tindakan nyata untuk menunjukkan keseriusan kami dalam mewujudkan eco-airport, sehingga hal tersebut tidak hanya menjadi wacana saja,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura I Farid Indra Nugraha dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (8/10/2013).

Menurut Farid, Pemerintah RI melalui Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan SKEP 124/VI/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Bandar Udara Ramah Lingkungan (eco-airport) yang ditindaklanjuti dengan instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui surat Nomor AU. 105/1/4/DRJU-212 pada 5 Maret 2012, yang menginstruksikan para pengelola bandara di Indonesia untuk segera menerapkan konsep bandara ramah lingkungan bagi bandara-bandara internasional yang dikelolanya. Penerapan konsep ini diharapkan mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) dari sektor penerbangan yang berkontribusi 2 persen terhadap perubahan iklim.

Menurut CEO Sintesa Group Shinta Widjaja Kamdani, kerjasama yang dilakukan ini mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development), sejalan dengan komitmen Sintesa Group dalam mendukung Angkasa Pura I mewujudkan eco-airport di Indonesia. “Kami sangat concerndalam halgreen energy. Untuk itu, dalam pengembangkan proyek ini, Sintesa Group menggandeng SunEdison, perusahaan publik yang berpusat di Amerika Serikat dan telah terdaftar di NYSE,” ujar Shinta.

Managing Director SunEdison Pashupathy Gopalan menjelaskan proyek ini adalah proyek pertama di Indonesia. Dia memiliki pengalaman dalam mengembangkan proyek serupa di bandara-bandara yang memiliki standar internasional dengan persyaratan dan sertifikasi yang ketat dari lembaga aviasi internasional.

“Proyek kami yang terbaru adalah di Kuala Lumpur Internatinal Airport (KLIA), dengan kapasitas 15 MWe. Kami sangat optimis dengan pengalaman dan keahlian yang kami miliki, dan berupaya memberikan yang terbaik untuk pengembangan pemanfaatan tenaga surya di bandara-bandara di Indonesia, khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai ini,” imbuhnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar Terbaru Bandara...
Daftar Terbaru Bandara Internasional di Indonesia: 17 Bandara Turun Kelas
Target Penyelesaian...
Target Penyelesaian Bandara Dhoho di Kediri pada Akhir Tahun 2023
Bikin Ngilu, Inilah...
Bikin Ngilu, Inilah 5 Bandara Paling Berbahaya di Dunia!
Warga Jogja Bakal Dapat...
Warga Jogja Bakal Dapat Kado HUT RI ke-76, Apa Itu?
Proyek Bandara Kediri...
Proyek Bandara Kediri Dimulai, Pemerintah Gandeng Gudang Garam
Berkat Digitalisasi,...
Berkat Digitalisasi, Bandara Soetta Naik Peringkat ke-35 Bandara Terbaik Dunia
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
7 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
7 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
8 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
8 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
8 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
8 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved