Wall Street berakhir menguat

Selasa, 15 Oktober 2013 - 11:02 WIB
Wall Street berakhir...
Wall Street berakhir menguat
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan hari Senin waktu setempat bergerak fluktuatif, namun berhasil ditutup dengan kenaikan moderat karena investor yakin akan ada kesepakatan di Washington untuk meningkatkan batas utang meski belum ada tanda-tanda kemajuan.

Presiden Barack Obama dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pemimpin Kongres, namun Gedung Putih menyatakan bahwa pertemuan tersebut ditunda. Kendati begitu, tanda-tanda negosiasi itu direspon positif oleh pasar.

Pemimpin Mayoritas Senat Harry Seid dan Senat Republik Mitch McConnell yang telah melakukan pembicaraan pada Sabtu waktu setempat mengaku optimistis bahwa kesepakatan bisa dihasilkan dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya bursa saham anjlok setelah pembicaraan mengenai penaikan batas pinjaman gagal mencapai solusi. Kegagalan dalam menaikkan batas pinjaman akan memberi dampak ekonomi yang sangat besar bagi dunia.

"Kita sempat menguat setelah dibuka sedikit lebih rendah, tapi kami melihat masih sangat jauh di bawah asumsi bahwa kita berada di jalan bantu. Kami berharap akan ada kesepakatan di hari berikutnya, tapi ada banyak ketakutan," kata Deputy Head of North American Equities Ralph Basset seperti dilansir Reuters, Selasa (15/10/2013).

Selain masalah plafon utang, shutdown pemerintah yang memasuki minggu ketiga juga dinilai sebagai hambatan bagi perekonomian lantaran memangkas PDB setiap harinya.

Selain itu, investor juga melihat laporan kinerja perusahaan di pekan ini, seperti Citigroup Inc (CN), Coca-Cola Co (KO.N), Johnson & Johnson (JNJ.N) dan Intel Corp (INTC.O). Sebanyak 6 persen emiten di indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja, dimana 55 persen melampaui ekspektasi keuntungan, meski di bawah rata-rata historis .

Saham Netflix Inc (NFLX.O) naik 7,8 persen menjadi USD324,36 setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan dalam pembicaraan dengan beberapa perusahaan televisi kabel AS untuk membuat layanan video streaming.

Sementara saham Expedia Inc (EXPE.O) anjlok 6,2 persen menjadi USD48,51 setelah Deutsche Bank menurunkan prospek menjadi tahan dari beli. Selain itu, saham Whirlpool (WHR.N) turun 6,5 persen menjadi USD131,29.

Volume perdagangan di pasar rendah menjelang libur Hari Columbus, dimana bank dan pasar obligasi AS ditutup. Sekitar 4,77 miliar saham berpindah tangan di New York Stock Exchange , Nasdaq dan NYSE MKT. Nilai tersebut di bawah rata-rata harian sepanjang tahun ini dengan lebih dari 6 miliar lembar saham.

Semalam, indeks Dow Jones naik 64,15 poin atau 0,42 persen ke 15.301,26; S&P 500 naik 6,94 poin atau 0,41 persen ke 1.710,14 dan Nasdaq naik 23,40 poin atau 0,62 persen ke 3.815,28 .
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
12 menit yang lalu
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
20 menit yang lalu
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
34 menit yang lalu
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Infografis
Setelah Perang Berakhir,...
Setelah Perang Berakhir, AS: Palestina Harus Memerintah Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved